Penghidupan Orang Kristen yang Normal • Bab 7 • Modul 26

Desentralisasi dan Kerjasama Pekerja

Pembacaan Alkitab
"Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe." — Kisah Para Rasul 14:20

ANTAR PEKERJA TIDAK ADA PENGENDALIAN GABUNGAN

Para pekerja dalam Alkitab memang mempunyai kelompok atau tim, tapi tidak ada persatuan seluruh rasul menjadi sebuah lembaga yang dikendalikan secara gabungan dan tunduk di bawah sebuah wewenang pusat. Walau Paulus mempunyai "teman sekerja", Petrus mempunyai "rekan sekerja", tapi mereka hanya beberapa di antara semua rasul. Jadi bukan sebuah lembaga yang terbentuk dari seluruh rasul yang menggabung seluruh rasul.

Ini tidak terdapat dalam Alkitab. Berdasarkan ajaran Alkitab, sejenis pekerjaan khusus berkaitan dengan beberapa pekerja, karena itu, mereka lalu bergabung menjadi satu kelompok/tim; mungkin beranggotakan puluhan orang, atau mungkin pula ratusan orang. Karena mereka sama-sama menerima amanat tertentu, maka mereka boleh bergabung.

Alkitab selamanya tidak pernah mencantumkan kekuasaan pusat untuk menguasai seluruh rasul. Ada kelompok, tapi ia tak pernah membesar hingga merangkum dan menyatukan seluruh rasul.

Dalam surat Filipi pasal 1, tercantum ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakannya dengan maksud baik. Mereka memberitakan Kristus karena kasih, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud bergolong-golongan. Karena daging belum ditanggulangi, dengan sendirinya timbul kedengkian.

Surat Filipi memperlihatkan adanya fakta demikian, membuktikan bahwa pekerjaan pada masa itu tidak digabung. Andaikata cara gabungan diterapkan, tentu tak mungkin ada segolongan orang seperti itu. Kalau ada, pasti akan ditindak sejak dini.

Tetapi sikap Paulus ialah, "Sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita." Kalimat-kalimat ini menunjukkan fakta pada jaman "rasul", bahwa pekerja Allah adalah sekelompok-sekelompok.

Kendatipun ada kelompok pekerja yang bermaksud baik, dan ada pula yang bermaksud palsu, dengki dan bergolong-golongan, tetapi Paulus dan para rasul besar lainnya tidak menindak atau melarang mereka, sebab pada masa itu tidak ada masalah pengendalian gabungan para pekerja.

Ada beberapa fakta yang perlu diperhatikan:

1) gereja lokal tidak seyogyanya bergabung dengan gereja lainnya menjadi sebuah lembaga besar, sebab gereja lokal sudah merupakan sebuah lembaga kaum imani yang terbesar;

2) para pekerja atau para rasul boleh bergabung. Baik para rasul yang tinggal di Antiokhia maupun yang tinggal di Antiokhia Pisidia, mereka boleh bergabung;

3) Alkitab tidak mempersatukan seluruh pekerja menjadi sebuah lembaga besar. Hal ini tidak saja sangat gamblang dalam Filipi 1, dalam surat Korintus pun demikian.

Surat II Korintus 11:12-13 mengatakan, "Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus." Ayat 22-23 mengatakan, "Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani!

Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel! Apakah mereka keturunan Abraham?

Aku juga keturunan Abraham! Apakah mereka pelayan Kristus? - Aku berkata seperti orang gila - aku lebih lagi .

. ." Di sini kita nampak, di Korintus ada segolongan rasul palsu yang menyesatkan kaum imani Korintus, mengatakan bahwa Paulus bukan rasul. Mereka mengira diri mereka lebih baik dari Paulus.

Kita lihat, secara administratif Paulus tidak berdaya menanggulangi mereka, sebab para pekerja Allah tidak memiliki suatu organisasi persatuan secara administratif. Jika ada, barangsiapa tidak memiliki "Kartu Ijin Kerja", ia tak dapat menginjil. Jika setiap pekerja harus ada "ijin" tersebut baru layak keluar, tentulah tidak ada kesulitan ini.

Namun bergabungnya para rasul adalah hal yang rohani, karena itu, ada segolongan orang lain yang menjadi rasul-rasul palsu. Allah tidak menghendaki seluruh rasul bergabung menjadi satu lembaga, sebab kerugian yang diakibatkan oleh penggabungan semacam ini akan jauh lebih besar daripada adanya rasul-rasul palsu tadi. Karena itu, Allah hanya mengijinkan beberapa pekerja utusanNya bergabung menjadi sebuah lembaga, karena sama-sama menerima amanat yang sama.

Galatia 4:17 mengatakan, "Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka". Juga 6:17 mengatakan, "Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus." Sudahkah Anda nampak keserasian kedua ayat itu? Ada orang yang pergi ke Galatia lalu dengan segala usaha menarik orang-orang Galatia untuk beroleh keuntungan besar dari orang-orang Galatia.

Bagaimanakah sikap Paulus terhadap mereka? Paulus berkata, "Aku benar-benar bekerja untuk Tuhan. Janganlah kalian melakukan tipu daya itu atas diriku." Paulus tidak mempunyai kekuasaan politik untuk menanggulangi mereka.

Mengapa dalam Alkitab tidak ada organisasi dan pengendalian yang umum? Tidak lain karena Allah tidak mau menggunakan kekuatan organisasi manusia untuk menggantikan kekuatan Roh Kudus. Pada saat manusia tanpa pengendalian gabungan, jika manusia taat kepada pimpinan Roh Kudus, maka segalanya akan terlaksana dengan baik.

Tapi bila manusia tidak menuruti Roh Kudus, melainkan bekerja dengan kedagingan, pekerjaannya akan gagal. Organisasi yang ketat sering kali menggantikan kekuatan Roh Kudus. Walau kekuatan hayati di dalamnya sudah tiada, pekerjaan tetap tidak runtuh, karena disangga oleh organisasi di luar.

Selama organisasi itu tetap ada, pekerjaan itu tetap berlangsung. Namun Allah tidak menghendaki manusia berbuat demikian. Bila kekuatan rohani lenyap, Allah pun menghendaki pekerjaan itu runtuh, dan ikut lenyap.

Begitu kemuliaan Allah meninggalkan bait suci, saat itu pula Allah lebih suka melihat tiada sebuah batu berada di atas batu lainnya. Tak jarang, di dalamnya sudah kering kerontang, tapi karena kerangka organisasinya yang di luar masih ada, maka orang tidak merasakan kondisi sebenarnya yang di dalam. Tetapi Allah menghendaki manusia sama luar dan dalam, Ia ingin manusia nampak apa yang Ia nampak.

Allah lebih suka pekerjaan kita runtuh daripada ada dukungan yang semu, agar kita sesudah runtuh mau dengan rendah hati kembali mencari wajahNya. Organisasi persatuan yang dikendalikan oleh induk atau pusat, banyak sekali kerugiannya. Ia dapat memberi kesempatan kepada orang-orang yang bukan hamba Allah untuk menyelinap, mudah pula menciptakan kedudukan Paus hari ini, membuat pekerjaan Allah di bumi menjadi sebuah kekuatan raksasa, bersamaan dengan itu membuat hamba-hamba Allah tidak lagi dipimpin oleh Roh Kudus.

Maka adalah fakta, bahwa pekerja mempunyai kelompok, tetapi pekerja tidak dapat membentuk sebuah persatuan yang berpusat.

KERJASAMA ANTAR PEKERJA

Sekarang ada satu pertanyaan, bagaimana seharusnya kerja sama antar para pekerja dengan kelompok pekerja itu? Ada sekelompok pekerja memiliki pekerjaan khusus dari Allah, dan ada sekelompok pekerja lain memiliki amanat khusus dari Allah. Bagaimanakah kedua kelompok pekerja itu bekerja sama?

Petrus memiliki rekan-rekan sekerjanya, Paulus juga memiliki rekan-rekan sekerjanya. Allah tidak menggabungkan mereka untuk bekerja bersama. Kalau demikian, ketika mereka saling bertemu bagaimanakah seharusnya mereka bekerja sama?

Penggabungan itu tidak benar, sebab kelompok atau tim mereka berdiri sendiri-sendiri. Lalu bagaimana seharusnya para pekerja dan kelompok-kelompok itu saling bekerja sama?

Baiklah sekarang kita bahas beberapa butir pokok pekerjaan para pekerja:

1. Setiap pekerja (termasuk kelompok), ministri apa pun yang mereka terima dari Allah, pekerjaan khusus apa pun yang akan mereka lakukan, begitu mereka tiba di suatu lokal yang belum ada gereja, maka perkara pertama yang harus mereka lakukan ialah mendirikan gereja di lokal itu.

2. Bila mereka tiba di sebuah lokal yang sudah ada gereja, mereka hanya dapat menyuplaikan pengajarannya, agar gereja itu beroleh manfaatnya. Ia tidak boleh membuat gereja itu menjadi gerejanya atau gereja kelompoknya.

Andaikata seorang atau beberapa orang pekerja tiba di suatu lokal yang belum ada gereja, lalu mendirikan "gereja" yang mendukung pengajarannya, maka Anda tidak dapat bekerja sama dengan mereka, sebab ia atau mereka di situ mendirikan sekte. Demikian pula jika mereka tidak hanya menyuplaikan pengajarannya, melainkan ingin mengubah orang lain menjadi cabang "gereja" kelompoknya, Anda pun tidak mungkin bekerja sama dengan mereka. Pantangan terbesar bagi pekerja ialah tidak mendirikan gereja lokal, atau tidak membina gereja lokal, dan bermaksud mengubah kelompok lokal menjadi kelompok mereka sendiri.

Kedua praktik tersebut tidak diijinkan oleh Alkitab.

Ketika Paulus dari Antiokhia tiba di Korintus, melalui penginjilannya ada sekelompok orang beroleh selamat, dan kemudian muncullah sebuah kelompok kaum imani di sana. Kelompok apakah yang Paulus dirikan di Korintus? Gereja di Korintus.

Ia bukan mendirikan cabang gereja Antiokhia di Korintus. Tak lama kemudian, mungkin Petrus juga tiba di Korintus menginjil dan beroleh sekelompok orang. Dapatkah Petrus berkata, "Paulus, Anda datang dari Antiokhia, aku datang dari Yerusalem, sebab itu aku harus mendirikan sebuah kelompok lain"?

Atau, "Aku akan mendirikan sebuah cabang gereja Yerusalem"? Tidak bisa! Petrus hanya dapat berkata, "Kalau Paulus mendirikan gereja di Korintus, maka jiwa-jiwa yang kuperoleh harus diletakkan ke dalam gereja ini." Bukan Petrus saja yang berbuat demikian, Apolos yang datang kemudian pun berbuat demikian.

Mereka semua berbuat serupa, yakni menyerahkan jiwa-jiwa yang diselamatkan itu kepada gereja lokal. Dengan demikian, di Korintus hanya ada satu gereja Allah, tidak ada sekte atau perpecahan macam apa pun. Andaikan Paulus telah memberitakan Injil dan menyelamatkan orang di Korintus lalu berkata, "Aku berasal dari Antiokhia, maka aku harus mendirikan sebuah cabang gereja Antiokhia, atau mendirikan sebuah cabang gereja Paulus." Andaikan juga Petrus tiba dan berkata, "Paulus telah mendirikan cabang gereja Antiokhia, apa hubunganku dengan gereja Antiokhia?

Aku tidak sudi menyerahkan orang ke dalam cabang gerejamu, aku di sini akan mendirikan pula cabang gereja Yerusalem". Demikian pula Apolos datang mendirikan cabang gereja Apolos. Anda mendirikan sebuah cabang gereja Anda, aku mendirikan cabang gerejaku, dan dia juga mendirikan sebuah cabang gereja dia, maka terbentuklah berbagai sekte.

Kalau demikian, kedatangan mereka bukan mendirikan gereja lokal, melainkan cabang gereja asal mereka. Mereka bukan mendirikan gereja, melainkan memperluas kelompok asal mereka. Jika demikian jelaslah tidak mungkin bekerja sama.

Maka prinsip terpenting bagi pekerjaan para pekerja atau tim kerja ialah: pekerjaan kita haruslah membangun gereja lokal di tempat kita berada, bukan mendirikan gereja dari kota asal kita; bukan memperluas gereja dari kota asal kita ke tempat atau lokal kita berada sekarang, melainkan ke mana kita pergi, kita mendirikan gereja lokal di lokal itu. Baik Yerusalem maupun Antiokhia tidak mempunyai cabang. Setiap gereja bersifat lokal.

Kita tak dapat memperluas sebuah gereja lokal ke lokal lain, kita hanya bisa mendirikan gereja lokal di lokal itu. Gereja yang didirikan rasul di Efesus adalah gereja di Efesus; ketika tiba di Filipi, yang didirikan adalah gereja di Filipi. Gereja yang didirikannya di puluhan lokal adalah gereja-gereja di lokal-lokal itu pula.

Tak pernah kita melihat mereka mendirikan kelompok lain. Memperluas gereja Allah itu boleh, tapi tidak boleh memperluas gereja Allah dari kota asal kita. Kita berada di lokal mana, maka gereja yang kita dirikan pun adalah gereja lokal itu.

Tujuan pengabaran Injil sebenarnya melulu untuk menyelamatkan orang dosa, tetapi itu akan mengakibatkan di tempat yang kita kunjungi itu muncul gereja. Tujuannya adalah menyelamatkan orang dunia, tapi akibatnya ialah mendirikan gereja. Di sini ada satu bahaya, yaitu orang senang membuat atau menyusun orang-orang yang diselamatkan menjadi cabang kelompoknya, bukan membentuknya menjadi gereja lokal.

Akibatnya, karena berbedanya kelompok yang dimiliki masing-masing pekerja, maka berdirilah banyak cabang gereja kelompok yang berbeda-beda, dan timbullah banyak pertikaian. Saya yakin, tujuan pekerjaan para pekerja Allah selamanya tidak akan berbentrokan. Siapakah yang menginjil tanpa bermaksud menyelamatkan jiwa?

Siapakah yang tidak ingin Tuhan menyelamatkan orang lebih banyak? Namun hasil pekerjaan, sedikit yang sama. Syukur kepada Allah, ada pekerja yang bekerja untuk mendirikan gereja lokal.

Tapi sayang, lebih banyak orang, jika bukan memperluas denominasinya sendiri, tentu memperluas misinya sendiri. Inilah titik yang saya dan rekan sekerja saya perselisihkan dengan segolongan teman.

Dari lubuk hati kita bersyukur kepada Allah, karena selama seabad yang lampau, Ia telah mengutus banyak hambaNya yang setia datang ke Cina memberitakan Injil, sehingga banyak orang Cina yang berada dalam kegelapan berkesempatan mendengar dan percaya. Pengorbanan, penderitaan, ketaatan dan kegairahan mereka benar-benar menjadi teladan kita. Sering kali bila kita menengadahkan mata kita memandang wajah-wajah "menderita" dari para penginjil Cina dan Barat yang keluar dari pedalaman, sungguh tak dapat tidak kita terharu dan tak dapat tidak kita berdoa, "Tuhan, semoga aku pun bisa sama seperti mereka!" Semoga Tuhan memberkati dan membalas mereka!

Mengenai pekerjaan penginjilan saudara-saudara kita itu, kita benar-benar sedikit pun tidak bisa mengeritik mereka, kita hanya mendambakan. Sebenarnya kita seperti janin yang belum cukup umur; sebenarnya tak layak berpartisipasi dalam pekerjaan Allah. Tetapi karena kita beroleh rahmatNya dan menerima panggilan kasih karuniaNya untuk melakukan pekerjaanNya, maka kita tak dapat tidak menuntut kesetiaan.

Karena itu, kita tak dapat tidak merasa, bahwa pekerjaan penginjilan dari saudara-saudara senior dalam Tuhan itu memang patut diapresiasikan; namun kita meragukan cara mereka menata hasil Injil, yakni orang-orang yang diselamatkan. Sebab dalam pekerjaan mereka seabad yang lampau, saudara-saudara senior dalam Tuhan itu bukan mendirikan gereja di lokal tempat mereka berada, melainkan mendirikan cabang gereja misi mereka! Menurut hemat kita, ini sungguh tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.

Dalam Alkitab hanya ada pendirian gereja lokal tempat kita berada, tidak mendirikan denominasi mana pun yang lain. Mohon Allah memaafkan saya, jika perkataan saya salah!

HASIL PEKERJAAN ADALAH GEREJA LOKAL?

ATAU GEREJA DARI GEREJA ANU?

Ijinkan saya menyinggung sebuah kisah pribadi. Tahun lalu di Shanghai saya berjumpa dengan seorang pekerja gereja anu. Ia bertanya kepada saya, apakah saya bisa bekerja sama dengan gereja anu?

Saat itu, karena tidak tahu harus bagaimana menjawab, maka saya tidak segera menyawabnya. Tahun ini saya bertemu lagi dengannya di Kunming, Yunnan. Lagi-lagi ia menanyakan hal itu.

Karena saya sudah beroleh terang yang lebih jelas, maka saya jawab demikian: "Misi anu yang kalian dirikan itu saya tidak berani menentang. Saya tahu misi itu kalian dirikan karena kalian menerima pimpinan Allah untuk memudahkan sekelompok saudara di negara Barat yang mengasihi Tuhan datang menginjil dan bekerja di Cina. Untuk ini saya sedikit pun tidak berani mengeritik.

Saya sedikit pun tidak berani menyalahkan kelompok misi kalian, sebab pekerjaan dalam Alkitab memang ada kelompoknya. Jika kalian merasa kalian harus mempunyai nama organisasi untuk misi itu, kalian sendiri harus bertanggung jawab di hadapan Allah. Siapakah saya sehingga berani mengeritik hamba Tuhan?

Tetapi saya sendiri tidak berani berbuat demikian, sebab Allah tidak memimpin saya demikian. Maka mengenai misi anu, bagi saya tidak ada masalah, malahan saya mengaku saya beroleh banyak bantuan rohani setiap kali membaca riwayat hidup pendiri misi kalian. Hati saya sejak dulu sudah bersatu dengan kalian.

Tetapi saya sangat keberatan dengan gereja misi anu kalian."

"Terhadap kalian - sekelompok penginjil - kami sama sekali tidak ada masalah. Namun bagaimana cara kalian memperlakukan hasil pekerjaan penginjilan kalian? Inilah yang menjadi masalah.

Terhadap misi anu kalian kami tidak berani berkomentar apa-apa, tapi kami ingin bertanya, bagaimana dengan hasil misi anu? Jika misi anu hanya sebuah misi, kami tidak berani mengeritik apa-apa, tetapi jika misi anu menjadi gereja, masalahnya menjadi lain lagi. Kalian sendiri adalah misi anu, bagaimana dengan orang-orang yang kalian selamatkan?

Apakah kalian membuat mereka menjadi gereja misi anu, atau membuat mereka menjadi gereja lokal di tempat mereka berada? Misi anu adalah sekelompok "penginjil" yang datang ke Cina untuk menginjil. Setelah memperoleh hasil di berbagai tempat, kalian tidak mempunyai wewenang Alkitab untuk membentuk hasil-hasil itu menjadi gereja anu.

Kalian sendiri boleh menjadi misi anu, tapi kalian tidak boleh membentuk mereka menjadi gereja anu. Alkitab tidak melarang kalian mendirikan misi anu, tetapi Alkitab melarang kalian mendirikan gereja anu!"

Selanjutnya saya tunjukkan teladan rasul kepada mereka. Ke mana pun rasul bekerja, hasilnya dijadikan gereja di lokal mereka berada. Mereka selamanya tak pernah membuat buah atau hasil kerja di berbagai tempat menjadi cabang kelompok mereka sendiri.

Jika tidak, gereja masa itu pasti sudah terpecah belah tak karuan. Dapat kita bayangkan, andaikata mereka tiba di suatu lokal bukan mendirikan sebuah gereja di lokal itu, tetapi memperluas gereja dari tempat asal mereka, apakah yang terjadi di lokal tersebut?

Saya katakan kepadanya lagi, "Pekerjaan di Ta-li adalah pekerjaan kalian. Kami bersyukur kepada Allah! Tetapi apakah orang-orang yang misi kalian selamatkan di Ta-li?

Jika mereka adalah gereja di Ta-li, bila saya tiba di Ta-li, saya pasti akan membaurkan diri ke dalamnya. Saya tak peduli bagaimana kondisi kerohaniannya dan bagaimana strukturnya. Saya pasti terjun ke antara mereka.

Jika tidak, saya adalah sekte. Tapi jika kalian membentuk mereka menjadi gereja anu, berarti kalian bukan mendirikan gereja di Ta-li, melainkan mendirikan gereja anu di Ta-li. Maaf, saya tidak dapat masuk ke dalam "gereja" semacam itu.

Saya hanya dapat bekerja lagi di Ta-li dengan harapan agar di situ muncul gereja di Ta-li -- bukan gereja kami di Ta-li."

"Semua kelompok penginjilan dalam Alkitab adalah mendirikan gereja lokal, tidak pernah ada yang mendirikan cabang kelompok mereka. Jika kita semua pergi hanya mendirikan gereja lokal, barulah kita memiliki kemungkinan untuk bekerja sama sepenuhnya. Mendirikan misi anu itu boleh saja, tetapi mendirikan gereja anu tidak sesuai dengan Alkitab.

Coba Anda pikirkan: andaikata gereja anu Anda tiba di Ta-li, lantas mendirikan gereja anu; gereja Pentakosta tiba di Ta-li, lalu mendirikan gereja Pentakosta; gereja Anglikan tiba di Ta-li, lalu mendirikan gereja Anglikan, masing-masing mendirikan cabang gereja atau kelompoknya sendiri. Ini seperti Paulus mendirikan cabang gerejanya, Petrus pun mendirikan cabang gerejanya, maka tak mungkinlah kita bekerja sama. Karena kami mengetahui dengan jelas, bahwa Allah menghendaki kita menuruti teladan yang ditinggalkanNya dalam Alkitab untuk mendirikan gereja lokal di setiap lokal."

Jika kita tiba di suatu tempat untuk mendirikan gereja, haruslah bersifat lokal tanpa mengenakan warna apa pun. Anda datang ke Ta-li, Anda harus mendirikan gereja di Ta-li; saya tiba di Ta-li, saya pun mendirikan gereja di Ta-li. Semua yang datang ke Ta-li, tak peduli mereka berlatar belakang misi apa, tapi tujuannya adalah mendirikan gereja di Ta-li.

Kalau demikian, tidak mungkin kita melahirkan sekte. Saya tidak berani mengatakan misi anu keliru, sebab mereka adalah hamba Allah. Tapi jika mereka datang ke mana-mana dan mendirikan cabang gereja misi anu, itu berarti mereka tidak hanya memberitakan Injil, juga memperluas kelompok mereka.

Kita dapat bekerja sama dengan semua pemberita Injil, namun tidak dapat bekerja sama dengan orang yang ingin memperluas kelompoknya sendiri. Karena itu, apakah seseorang tiba di berbagai lokal mendirikan gereja-gereja lokal, sangat menentukan dapat tidaknya kita saling bekerja sama. Bila mereka di samping menginjil juga mendirikan kelompok mereka sendiri, tak mungkin kita bekerja sama dengan mereka.

Kita tidak mau menurut tujuan manusia memperluas kelompok manusia. Tak peduli mereka dari misi mana, asalkan mereka tiba di satu lokal bukan mendirikan "gereja" mereka sendiri, melainkan mendirikan gereja lokal, maka kita berkemungkinan bekerja sama.

Semoga Allah merahmati kita agar kita nampak dengan tuntas, bahwa gereja itu bersifat lokal. Mohon Allah menyelamatkan kita dari kekeliruan berpecah belah, agar gereja Allah terbangun di mana-mana.