Gereja adalah satu Tubuh, dan di dalam Tubuh ini semuanya mempunyai hubungan hayat yang tidak dapat dipecahbelahkan. Perbedaan etnis atau suku bangsa di dunia sangatlah hebat. Misalkan sukuisme pada orang Yahudi.
Mereka menganggap setiap orang bukan Yahudi sama dengan anjing, sebagai keturunan hina, sampai-sampai makan bersama pun mereka enggan. Namun Paulus menunjukkan kepada kita, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani telah menjadi satu Tubuh di dalam Kristus. Menurut Alkitab, gereja tidak dapat dipecah belah menurut tokoh rohani, atau menurut asal usul keselamatan, atau dengan mengaku dari golongan Kristus sebagai golongan unggul, atau dengan perbedaan doktrin.
Menurut Alkitab gereja pun tidak dapat dipecah belah karena perbedaan etnis. Bila dipecah belah menurut etnis, itu bukan lagi gereja. Segala perbedaan di dalam Adam telah lenyap karena keberadaan kita di dalam Kristus.
Gereja berada di dalam Kristus. Gereja yang universal adalah tunggal, gereja lokal adalah yang berbatas lokal. Maka gereja etnis tidak bisa masuk ke dalamnya.
Dewasa ini, di tempat-tempat yang dihuni oleh macam-macam etnis, ada yang mendirikan gereja orang kulit putih, gereja orang kulit hitam, atau gereja orang Asia, gereja orang Barat, semua itu disebabkan ketidakjelasan mereka, bahwa gereja beruanglingkupkan "kota" atau lokal. Selain karena perbedaan lokal, Allah tidak mengijinkan orang mendirikan gereja yang berbeda karena perbedaan warna kulit, adat istiadat atau cara kehidupan. Sebaliknya, Allah menghendaki semua orang itu berhimpun bersama dalam satu gereja lokal, dan menyatakan bahwa hayat AnakNya dan Roh Kudus mampu mendobrak segala batasan alamiah manusia.
Semua yang berasal dari Adam, tidak ada satu pun yang tidak dapat dibasmi di dalam Kristus. Lokal adalah ruang lingkup gereja. Di sebuah lokal yang sama, tidak ada satu alasan pun yang patut diajukan untuk memecah belah anak-anak Allah.
Jadi, segala masalahnya tergantung pada apakah Kristus mampu menumpas segala sesuatu yang di dalam daging. Siapakah yang lebih berkuasa? Adam atau Kristus?
Yang manakah yang lebih perkasa di atas diriku? Aku kini hidup di dalam daging atau di dalam Kristus? Dapatkah segala perbedaan karena kedagingan tenggelam di dalam Kristus oleh karena Kristus?
Apakah di dalam gereja ada kedudukan daging?
Pada orang Yahudi dan Yunani tidak saja ada masalah etnis, juga ada masalah kewarganegaraan. Tetapi baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik orang Cina maupun orang Amerika semuanya telah menjadi satu Tubuh di dalam Kristus. Kita tidak boleh berpecah belah menurut etnis, kita juga tidak boleh berpecah belah menurut kewarganegaraan.
Semua orang yang tinggal di lokal (kota) itu, tak peduli ia warga negara apa, asal ia memiliki hayat Kristus, ia adalah orang dalam gereja itu. Jika ia tinggal di tempat lain, tak peduli ia warga negara apa, ia adalah orang dalam gereja lain. Dalam Alkitab hanya ada gereja lokal, tidak ada gereja negara, juga tidak ada gereja negara anu di kota anu.
Karena gereja milik lokal, bila ada seorang saudara, tak peduli ia warga negera apa, pribumi atau asing, pindah (bukan pelancong) dari satu lokal ke lokal lain, maka ia adalah saudara di gereja lokal terakhir ia tinggal, tidak lagi sebagai saudara di gereja lokal terdahulu. Kewargaan gereja seseorang tidaklah ada hubungannya dengan kewargaan negaranya. Itu ditentukan oleh tempat kediamannya.
Begitu ia pindah tempat tinggal, berpindah pulalah kewargaan gerejanya. Begitu ia pindah rumah maka pindah/ganti pula gerejanya. Misalkan ia pindah dari kota A ke kota B, maka kewargaan gereja sekarang adalah B, bukan A lagi.
Ia tidak dapat menjadi saudara A lagi, kecuali ia pulang kembali ke A. Ia tak dapat tinggal di B, sambil menjadi saudara A dari jauh. A tidak berhak menguasai saudara yang tinggal di luar A.
Jika ia seorang saudara yang pindah dari luar negeri ke sebuah lokal di dalam negeri, prinsipnya tetap sama. Gereja tidak mengenal negeri, hanya mengenal kota. Sebuah gereja hanya dapat menganggap kaum imani selokal dengannya sebagai "anggota gereja", tidak bisa mendobrak batasan lokal dan memperluas ruang lingkupnya sendiri ke lokal lain.
Dengan kewarganegaraan sebagai alasan melintasi batas juga tidak boleh. Bila seorang saudara pindah ke lokal lain, ia sudah menjadi orang gereja lain. Dalam gereja selamanya tidak ada hak di luar kekuasaan.
Maka perbuatan semacam lintas batas dan ada saudara di lokal lain, itu dikarenakan tidak mengetahui, bahwa batasan gereja hanya sampai pada lokal. Allah menghendaki gereja membatasi pemerintahannya pada lokal, maka kita pun hanya boleh memerintah sebatas lokal.
Sebab itu, saudara-saudara harus hati-hati. Bila Anda keluar negeri, jangan sekali-kali mendirikan gereja Cina di luar negeri. Kamar dagang Cina, sekolah Cina atau organisasi Cina itu boleh, lainnya juga boleh, tetapi tidak boleh ada gereja Cina.
Gereja adalah milik lokal. Begitu Anda tiba di sebuah lokal di luar negeri, Anda segera menjadi seorang saudara di gereja lokal itu, sama halnya dengan Anda pindah dari satu lokal ke lokal lain di dalam negeri. Di dalam gereja sama sekali tidak ada masalah kewarganegaraan.
Bila kewarganegaraan dimasukkan, maka gereja tak dapat tidak dirugikan. Betapa mulianya, jika di sebuah kota semua orang Kristen bisa sama sekali tidak menghiraukan dari mana asalnya, dari negeri mana, dan sama sekali tidak memperhatikan perbedaan mereka di dunia, tetapi bisa bersatu sepenuhnya di dalam Kristus! "Kita adalah orang-orang percaya Kristus di kota anu", betapa mustikanya kesatuan yang demikian!
Apakah gereja? Suatu kali ada beberapa saudara mengajukan pertanyaan ini kepada saya. Saya menjawab, "Kristus yang ada di dalam satu orang Kristen, ditambah dengan Kristus yang ada di dalam satu orang Kristen lain, ditambah lagi dengan Kristus yang ada di dalam satu orang Kristen lain, dan ditambah lagi dengan Kristus yang ada di dalam orang-orang Kristen yang tak terhitung jumlahnya, lalu dikurangi Adam di dalam orang Kristen pertama, dan dikurangi lagi Adam di dalam orang Kristen kedua, dan dikurangi lagi Adam di dalam orang Kristen ketiga, dan dikurangi lagi Adam di dalam orang-orang Kristen yang tak terhitung jumlahnya, maka kesatuan orang-orang yang demikianlah yang disebut gereja." Hari ini, saya layak berada di dalam gereja, karena di dalam saya ada Kristus.
Hari ini, Anda layak berada di dalam gereja, juga karena di dalam Anda ada Kristus. Baik Anda orang kulit putih, baik Anda orang kulit hitam, baik Anda orang apa, baik Anda orang negeri lain, Anda bisa beroleh bagian di dalam gereja karena Kristus yang ada di dalam Anda, sama sekali tidak ada hubungannya dengan diri Anda sendiri. Maka etnis dan kewarganegaraan bukan masalah, dan tidak seharusnya menjadi masalah.
Seluruh masalahnya adalah: di dalam Anda ada Kristus atau tidak? Di manakah Anda tinggal? Ada tidaknya Kristus di dalam Anda menentukan apakah Anda berada di dalam gereja.
Tempat tinggal Anda menentukan Anda berada di gereja mana. Terhadap orang dunia Allah menanyakan, "Apakah ia milik Kristus," tetapi terhadap kaum imani Ia menanyakan, "Di manakah ia berada." Jadi perihal etnis dan kewarganegaraan tidak menjadi masalah.
Masalah status sosial juga tidak cukup menjadi alasan untuk memecah belah gereja. Tak peduli Anda orang merdeka atau budak, di dalam Kristus sudah menjadi satu Tubuh. Pada masa Paulus, masa itu berada di bawah kekuasaan Roma.
Semua budak tidak ada hak kebebasan dan tidak ada perlindungan hukum; meninggal pun tidak dihiraukan orang. Tetapi setiap rakyat Roma yang merdeka tidak boleh dihukum tanpa melalui proses peradilan; berbeda dengan budak-budak yang tidak memiliki hak warganegara. Namun di dalam gereja tidak ada perbedaan orang merdeka atau budak.
Kita tidak boleh mendirikan gereja "kaum sopir". Tak peduli ia sopir atau kepala negara, asal mereka orang Kristen yang tinggal di satu lokal, mereka semua adalah saudara dalam satu gereja lokal itu. Kita tidak boleh mendirikan gereja yang berbeda berdasarkan perbedaan status sosial.
Selamanya tidak ada gereja para pembesar atau gereja kaum awam. Baik yang merdeka maupun budak, jika berada di satu lokal, maka sama-sama berada di dalam satu gereja, tidak ada perbedaan.
Jadi, dalam Alkitab setidak-tidaknya ada tujuh butir ajaran yang melarang berpecah belah. Jika diurut menurut ketujuh fakta tersebut, maka alasan-alasan lain pun dilarang Allah. Sebab selain menurut lokalitas, tidak ada alasan sah lainnya yang diijinkan untuk mendirikan gereja.
Ruang lingkup gereja adalah lokal, manusia tak boleh memecah belahnya dengan alasan apa pun. Tetapi bila kerohanian saudara saudari di sebuah gereja lokal lesu dan hambar, bagaimanakah sikap kita? Bolehkah beberapa orang yang kerohaniannya agak baik menghimpun tiga atau lima lalu bersidang bahkan mendirikan kelompok lain?
Jawaban Alkitab: tidak boleh! Allah hanya mengijinkan kita mendirikan gereja menurut lokalitas, dan tinggi rendahnya, atau baik buruknya kerohanian tidak dapat dijadikan alasan untuk berpecah belah. Andaikata mutu kerohanian dijadikan alasan perpecahan, akibatnya ialah: jika hari ini Anda tidak rohani, aku akan mendirikan sebuah kelompok lain; jika besok aku tidak rohani, dia pun akan mendirikan sebuah kelompok lain.
Akibatnya, tidak lama kemudian, akan berdiri entah berapa banyak kelompok denominasi.
Bukan tingkat kerohanian saja yang tidak memenuhi syarat sebagai alasan perpecahan, organisasi, metode, administrasi . . .
lokal pun tidak pada tempatnya dijadikan alasan perpecahan. Sebab Alkitab tidak mengijinkan baik buruknya administrasi atau organisasi sebagai syarat perpecahan. Alkitab hanya mengijinkan pemisahan menurut lokalitas.
Hanya ada satu alasan dalam Alkitab yang mengijinkan pemisahan, yakni menurut perbedaan batasan lokal, kecuali ini, tidak ada alasan apa pun yang diijinkan bagi gereja untuk berpecah belah.
Entah kebenaran yang diyakini orang di sebuah gereja lokal berbeda dengan Anda, atau doktrin tentang pencurahan Roh Kudus yang mereka pegang berlainan dengan yang Anda yakini, atau tentang pemuliaan yang akan datang, atau tentang doktrin kesucian, atau tentang doktrin keselamatan kekal dan lain sebagainya, semuanya itu tidak boleh menjadi alasan perpecahan. Alkitab hanya membenarkan satu cara perpecahan, yaitu perpecahan menurut ruang lingkup lokal. Kita tidak boleh berpecah belah karena kondisi kerohanian, sistem, penafsiran doktrin dan sebagainya.
Kita semua tinggal di satu lokal, karenanya kita hanya boleh berada di dalam satu gereja. Tidak mungkin kita meninggalkannya. Anda harus meninggalkan tempat/lokal itu dulu, barulah Anda bisa meninggalkan gereja lokal tersebut.
Alkitab hanya mengijinkan kita meninggalkan sekte/denominasi, tidak mengijinkan kita meninggalkan gereja. Selain sekte, Alkitab tidak pernah memperlihatkan kepada kita, bahwa kita boleh meninggalkan gereja karena keadaan kerohanian atau perbedaan doktrin. "Gereja" yang bukan berbatasan lokal, melainkan dengan alasan-alasan lainnya, ialah sekte, Anda boleh meninggalkannya.
Jika ia sebuah gereja lokal, Anda tak mungkin meninggalkannya. Andaikata Anda meninggalkannya karena alasan-alasan itu, maka Anda serta orang-orang yang bersidang dengan Anda adalah satu sekte, sekalipun kondisi kerohanian Anda lebih tinggi dan organisasi Anda lebih sempurna.
Dalam Wahyu 2 dan 3 ada tujuh gereja yang berlainan, namun di antaranya ada dua gereja yang dipuji Tuhan, yakni Smirna dan Filadelfia. Gereja yang lain seperti Efesus, hanya ada perilaku luaran; Pergamus ada kekeliruan doktrin; Tiatira ada kekeliruan moral; Sardis sangat mati; dan Laodikia hanya memperhatikan kemuliaan yang sia-sia. Mereka semua telah dicela oleh Tuhan.
Kelima gereja itu sungguh sangat buruk. Tapi walaupun mereka lemah, mereka adalah lima gereja lokal, mereka bukan sekte. Mereka adalah gereja, hanya saja gereja yang lemah.
Walau secara rohani mereka bersalah, namun secara posisi mereka tidak bersalah. Karena itu, Allah hanya memerintahkan anak-anakNya menjadi pemenang di gereja tempat ia berada, Allah tidak memerintahkan mereka meninggalkan gereja itu. Kita tak mungkin meninggalkan sebuah gereja lokal, maka bagaimanapun Anda harus berada di dalam gereja lokal itu.
Jika dapat, Anda harus dengan kekuatan doa membangunkan seluruh gereja itu. Jika Anda tak berdaya mengubah seluruh gereja itu, maka Anda harus menjadi pemenang di dalamnya. Anda harus memelihara kebersihan pribadi Anda di hadapan Tuhan.
Jika tidak, lebih baik Anda pindah ke tempat lain. Anda seharusnya meninggalkan sekte, sebab Alkitab menghukum sekte. Tapi Alkitab selamanya tak pernah memerintahkan Anda meninggalkan gereja lokal.
Begitu Anda meninggalkan gereja lokal, Anda akan segera menjadi sekte. Maka kalau Anda ingin mengundurkan diri dari sebuah gereja, Anda harus selidiki dulu, apakah ia sebuah sekte atau sebuah gereja lokal. Jika ia adalah gereja lokal, begitu Anda meninggalkannya, Anda adalah seorang pemecah belah.
Sangat disayangkan bila di sebuah gereja lokal (bukan sekte) ada beberapa saudara saudari yang agak rohani mengadakan sidang lain, mendirikan kelompok lain karena merasa kebanyakan saudara saudari di situ terlalu hijau kerohaniannya! Mereka harus sadar, bahwa mereka tidak berwewenang bertindak demikian. Kewajiban mereka ialah menjadi pemenang di dalam gereja itu, membantu saudara saudari lainnya dan mewakili mereka berseru kepada Allah sampai Allah merahmati semua anak-anakNya.
Daging manusia sangat mudah tidak memandang orang-orang yang tidak sebaik dirinya sendiri, dan sangat senang berhimpun dengan orang-orang yang setingkat dengan dirinya sendiri, menikmati saat-saat yang menggembirakan hati, sekalipun itu adalah kegembiraan rohani. Keangkuhan rohani dan kedambaan akan kegembiraan sering membuat orang-orang yang agak rohani lupa, bahwa gereja harus merangkum semua anak-anak Allah di satu lokal, sebaliknya, mereka menyeleksi (memilih) sebagian anak-anak Allah menurut kesukaannya, sehingga menciutkan persekutuan Allah. Namun hal demikian tidak diperkenan Allah.
Organisasi yang demikian adalah satu sekte bukan satu gereja.
Orang yang berbuat demikian harus ingat, bahwa gereja Allah bukan tangsi tentara yang dihuni orang-orang yang berusia sebaya dan berukuran tubuh sebanding. Gereja Allah adalah sebuah keluarga, di dalamnya ada anak kecil, orang muda (remaja) dan orang tua. Anda tak mungkin di dalam gereja menemukan orang yang sama persis besar kecilnya.
Karena itu, kita harus belajar memikul beban orang lain, teristimewa harus banyak melakukan doa syafaat. Tidak saja kita sendiri menjadi pemenang, harus pula dengan sekuat tenaga memimpin orang lain menjadi pemenang. Karena Anda menabur dengan air mata, Allah pasti akan membuat Anda menuai dengan sukacita!
Ruang lingkup gereja adalah lokal, maka tidak ada kemungkinan untuk meninggalkan. Lain masalahnya jika itu sekte. Pada masa Paulus dan Petrus, ketika mereka tiba di suatu tempat dan melihat gereja lemah, pernahkah mereka berkata, "Mari kita mengadakan sidang lain?" Tidak.
Ingatlah: walaupun mereka lemah, mereka adalah domba-domba Tuhan. Tuhan justru datang dan mati untuk mereka. Semoga kita mau merawat domba-domba Tuhan itu!