Penghidupan Orang Kristen yang Normal • Bab 5 • Modul 18

Batasan Lingkungan Gereja

Pembacaan Alkitab
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." — Matius 16:18

BATASAN LOKAL

Semua gereja dalam Alkitab adalah gereja lokal. Tetapi lokal yang sebesar apa baru terhitung satu lokal? Kita harus ingat: lokal-lokal di tempat gereja ada dalam Alkitab bukan sebuah negara, sebuah propinsi atau sebuah daerah atau distrik.

Dalam Alkitab, bukan tempat-tempat tersebut yang terhitung sebagai unit lokal, sebagai batasan gereja. Dalam Alkitab sama sekali tidak ada gereja negara, atau gereja propinsi, atau gereja distrik. Yang ada ialah gereja di Efesus, gereja di Roma, gereja di Yerusalem, gereja di Antiokhia, gereja di Derbe, gereja di Filipi, gereja di Ikonium, gereja di Korintus, dan seterusnya.

Efesus, Roma, Yerusalem, Antiokhia, Derbe, Filipi, Ikonium, Korintus dan sebagainya, sebenarnya semua itu tempat apa? Kalau menurut istilah hari ini, ada yang sebagai pelabuhan, desa atau kota. Tetapi pada masa itu semua disebut kota, sebab pada masa itu setiap tempat pemukiman dan perlindungan, semua disebut kota.

Maka pada satu aspek, Alkitab mencatat, bahwa rasul "di tiap-tiap gereja menetapkan penatua-penatua di gereja itu" (Kis. 14:23). Pada aspek lain mencatat, rasul memerintahkan Titus "menetapkan penatua-penatua di setiap kota" (Tit.

1:5). Ini disebabkan kota merupakan batasan gereja pada masa itu. "Tiap gereja" itu berada di "tiap kota".

Semua tempat, seperti Efesus dan sebagainya, adalah sebuah kota. Sebab semua tempat itu adalah tempat pemukiman.

Dalam struktur yang rumit hari ini terdapat perbedaan status tempat, seperti kota metropolitan, kota propinsi, kota kabupaten, kota kecamatan, kota kecil dan seterusnya. Adakalanya sebuah kota hanya sebesar satu kecamatan, adakalanya pula sebuah kota nyaris sebesar satu kabupaten yang sekaligus berstatus propinsi (daerah istimewa). Karena itu, kita tak dapat mendefinisikan "kota" pada masa itu dengan pengertian perkotaan hari ini.

Sebaliknya, kita wajib ingat, bahwa makna "kota" dalam Alkitab adalah sebuah tempat yang terlindung dan dihuni sekelompok penduduk. Maka semua perkotaan yang disebut orang hari ini pada hakekatnya identik dengan "kota" pada masa itu. Pada jaman ini walau semua disebut kota, tetapi terbagi pula menjadi kota propinsi, kota keresidenan, kota kabupaten dan sebagainya.

Demikian pula pada jaman kuno.

Justru "kota-kota" inilah yang menjadi batasan gereja pada masa itu. Dalam Alkitab, tidak ada gereja yang lebih besar daripada "kota", pun tidak ada gereja yang lebih kecil daripada "kota". Jadi "kota" adalah satuan/unit lokal dalam Alkitab.

Jika hari ini kita akan menentukan tempat yang bagaimana yang merupakan satu unit lokal, kita cukup bertanya, apakah tempat tersebut merupakan tempat orang bermukim bersama. Ada dua pertanyaan lagi yang dapat membantu kita: apakah tempat itu merupakan unit terendah dalam pemerintahan, dan apakah ia memiliki sebuah nama yang unik, sebuah nama paling kecil? Sebab bila kita baca kitab Kejadian, ketika Yosua membagi-bagi tanah, kita nampak bahwa kota pada masa itu adalah unit terendah dalam pemerintahan, dan tempat-tempat itu mempunyai sebutan tersendiri.

Maka jika satu tempat merupakan tempat pemukiman manusia dan mempunyai sebutan tersendiri, serta merupakan unit terendah dalam pemerintahan, itulah satu unit lokal, yakni batasan lingkungan sebuah gereja lokal.

Menurut Alkitab, unit tempat pendirian gereja adalah kota tempat sekelompok penduduk bermukim bersama. Maka tempat Anda tinggal, baik itu kota propinsi, kota keresidenan, kota kebupaten, kota kecamatan, semua boleh terhitung sebagai satu lokal, tempat sebuah gereja berdiri. Jadi bukan sebesar satu kecamatan, satu kabupaten, satu propinsi atau satu negara, melainkan sebesar tempat sekelompok masyarakat bermukim bersama.

Tempat seperti itulah yang menjadi batas lingkungan gereja dalam Alkitab. Gereja-gereja Allah justru dibagi menurut ruang lingkup ini. Kota besar Roma atau Yerusalem boleh terbilang satu lokal, satu unit.

Kota kecil Ikonium atau Troas pun boleh terbilang satu lokal, satu unit. Lokal itu tak lain setiap tempat sekelompok orang bermukim bersama. Kecuali lokal semacam itu, dalam Alkitab tidak ada ruang lingkup lain untuk gereja.

Cara memisahkan gereja dengan lokal semacam ini benar-benar hikmat Allah, demi menghindarkan anak-anak Allah dari banyak kesulitan. Jika Allah memakai negara sebagai batasan gereja, maka batasan gereja akan sering berubah, karena negara sering berubah. Kalau negara musnah atau berubah, batasan gereja tentu harus berubah mengikutinya.

Jika Allah memakai propinsi sebagai batasan gereja, ini juga sering berubah. Jika propinsi diubah, batasan gereja juga harus diubah. Bukankah ini akan menyulitkan?

Itulah sebabnya Allah tidak memakai negara atau propinsi atau suatu wilayah kerja sebagai unit gereja. Seperti telah kita ketahui, batasan negara sering berubah, batasan propinsi juga sering berubah. Tetapi, batasan kota paling sulit berubah.

Pengaruh politik terhadap kota/lokal, boleh dikata paling kecil, bahkan hampir tidak ada. Banyak kota, yang ratusan tahun yang lalu, batasan dan namanya, tetap sama sampai hari ini. Banyak kota yang mungkin sudah menjadi milik negara lain atau berganti pemerintahan, tetapi ia tetap sebagai kota itu, tidak berubah.

Karena kota (lokal) merupakan satuan yang paling kokoh dalam politik, maka Allah menetapkannya sebagai batas lingkungan gereja lokalNya.

Gereja dalam Alkitab, pada aspek positifnya, didirikan menurut lokal. Pada aspek negatifnya, ada dua fakta, yakni gereja tidak boleh lebih kecil dari lokal, pun tidak boleh lebih besar dari lokal. Dengan kata lain, dalam Alkitab hanya ada dua jenis gereja: gereja universal, yang bukan menurut pendapat manusia, sebab bukan disusun oleh tangan manusia; dan gereja lokal, yaitu gereja di suatu lokal, yang sebesar lokal itu dan beruang lingkup lokal itu.

Kecuali itu, tidak ada gereja macam ketiga; tidak ada yang lebih kecil daripadanya, pun tidak ada yang lebih besar daripadanya. Satuan gereja lokal adalah gereja paling kecil. Selain gereja universal, gereja lokal adalah gereja yang terkecil; tidak mungkin membaginya menjadi lebih kecil lagi.

Bersamaan dengan itu, ia pun yang paling besar, maka mustahil orang menggabungkan beberapa gereja lokal menjadi gereja yang lebih besar. Sebab kalau begitu, ia bukan lagi sebuah gereja di satu lokal. Jadi, yang lebih kecil daripada gereja lokal bukanlah gereja lokal, yang lebih besar daripada gereja lokal juga bukan gereja lokal.

TAK DAPAT LEBIH KECIL DARIPADA LOKAL

Dalam I Korintus 1 dikatakan "gereja di Korintus". Korintus hanyalah sebuah lokal, dan gereja di Korintus pun hanyalah sebuah gereja. Maka gereja semacam ini barulah gereja satu unit.

Tetapi di gereja ini, orang-orangnya bergolong-golongan sehingga terpecah menjadi empat golongan, dan orang-orang dari keempat golongan itu ingin memecah belah orang-orang dalam gereja di Korintus menjadi empat kelompok yang berbeda. Maka Paulus menegor mereka, ". .

. kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos.

Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi?

Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?" Macam apakah keempat kelompok orang itu? Mereka tidak memenuhi syarat mendirikan gereja.

Hanya semua orang di Korintus, yang dikuduskan dalam Kristus Yesus, yang terpanggil menjadi kaum saleh, yang menyeru nama Tuhan Yesus, dan yang menjadi anak-anak Allah di tempat itu, mereka barulah gereja. Korintus adalah sebuah kota, dan unit gereja adalah sebuah kota (lokal); sebuah kota metropolitan atau sebuah kota kecil. Tempat atau lokal yang sebesar kota metropolitan atau kota kecil itu baru memenuhi syarat sebagai tumpuan gereja.

Kota-kota sebesar itulah baru cukup sebagai unit. Gereja yang lebih kecil daripada satu lokal tidak cukup sebagai unit, maka tidak memenuhi syarat sebagai tumpuan sebuah gereja. Sebuah gereja lokal adalah sebuah gereja yang paling kecil.

Gereja tidak boleh lebih kecil lagi daripada gereja lokal. Maka jika orang ingin di dalam satu lokal mendirikan beberapa gereja, itu mutlak mustahil dan mutlak tidak diperbolehkan. Gereja di Korintus sudah gereja yang paling kecil, mustahil orang ingin membaginya menjadi empat kelompok, menjadi empat gereja.

Sebuah gereja harus sebesar lokal tempat ia berada, barulah benar. Jika lebih kecil daripada lokal, itu bukan sebuah gereja, paling-paling hanya suatu perkumpulan. Gereja tidak bisa menjadi gereja jika Anda memotongnya kecil-kecil.

Orang yang mengatakan aku dari golongan Paulus, aku dari golongan Apolos atau aku dari golongan Kefas jelas telah bergolong-golongan. Orang yang mengatakan aku dari golongan Kristus, walau perkataan ini sangat mustika, tidak cukup beralasan untuk mendirikan gereja lagi, dan itu tetap perbuatan daging. Sebab perkataan itu bukan menyatakan persamaan Anda dengan anak-anak Allah di tempat itu.

Orang yang mengatakan dari golongan Paulus, Apolos atau Kefas bermaksud menyatakan perbedaan mereka dengan orang Kristen setempat. Perkataan "Aku dari golongan Kristus" pada saat-saat biasa adalah perkataan yang sangat baik. Tetapi sangatlah keliru, jika perkataan tersebut dipakai untuk membedakan diri sendiri dengan anak-anak Allah lainnya.

Sebab di suatu lokal Allah menghendaki anak-anakNya menjadi satu gereja. Ia tidak mengijinkan mereka di sebuah lokal membedakan diri dengan orang lain berdasarkan alasan atau cara apa pun.

Menurut Alkitab, semua anak-anak Allah yang berada bersama di satu lokal adalah saudara-saudara kita. Selain dengan ruang lingkup satu lokal, sekalipun membedakan atau mengklaim dengan alasan kita adalah khusus dari golongan Kristus, itu pun tidak diperbolehkan. Tidak peduli orang lain berada di sekte/denominasi apa, jika mereka ada terang Allah, dengan sendirinya mereka akan sadar.

Jika mereka beroleh kasih karunia Allah, dengan sendirinya mereka bisa menanggulanginya. Namun jangan karena mereka berada di dalam denominasi lalu kita memandang mereka dengan sikap lain dan membedakan mereka. Jika kita berbuat demikian, berarti kita tidak membatasi gereja berdasarkan lokal, melainkan berdasarkan alasan lain.

Segala sesuatu yang memotong gereja lokal menjadi kecil bukanlah gereja, dan itu adalah tindakan daging.

Tidak peduli siapa, asalkan ia ada hayat Allah dan tinggal di tempat yang sama dengan kita, dialah saudara kita; dia adalah orang yang ada bersama kita di satu gereja. Sebab batasan gereja adalah lokal. Ini adalah penyusunan Allah terhadap gereja lokal.

Ruang lingkup kita bukanlah orang-orang di satu lokal yang sama-sama mengaku "aku dari golongan Kristus", melainkan orang-orang yang "menjadi milik Kristus" di lokal itu. Saya tidak mengatakan, bahwa perkataan "kita dari golongan Kristus" itu salah. Tetapi jika perkataan ini kita ambil sebagai batas perbedaan kita dengan anak-anak Allah lainnya, itu tidak dibenarkan Alkitab.

Semua orang Kristen, asalkan mereka tinggal di tempat yang sama dengan kita, sama-sama berada di satu gereja. Secara individual, saya hanya dapat menjadi satu orang milik Kristus, tidak menjadi milik denominasi apa pun. Namun saya tidak memakai perkataan itu untuk membedakan diriku dengan orang lain.

Andaikan "gereja" saya tidak sebesar lokal, itu adalah perkumpulan buatan manusia, bukan gereja yang didirikan Allah.

TAK DAPAT LEBIH BESAR DARIPADA LOKAL

Di pihak lain, gereja pun tak dapat lebih besar daripada lokal; lebih besar itu tidak benar. Tidak sedikit kaum imani di Yerusalem pada masa pertama, sekali dibaptis tiga ribu orang, kemudian lima ribu orang. Tetapi Alkitab hanya menyebut mereka gereja di Yerusalem.

Karena Yerusalem adalah sebuah lokal, maka di Yerusalem hanya ada satu gereja. Karena Yerusalem adalah sebuah lokal, Yerusalem hanya dapat menjadi satu unit. Jika Anda hendak memecahkan gereja, Anda harus lebih dulu memecahkan lokal.

Dalam Alkitab tidak ada gereja-gereja di Yerusalem, tidak ada gereja-gereja di Efesus, tidak ada gereja-gereja di Korintus, sebab tempat-tempat itu hanya terhitung sebagai satu lokal. Jika lokal tidak dapat dibagi, gereja yang didirikan menurut lokal pun tidak dapat dibagi. Selama Yerusalem, Efesus dan Korintus adalah suatu lokal, gereja di dalamnya hanya satu.

Tetapi, dalam Alkitab pun tidak ada gereja di Makedonia, gereja di Galatia, atau gereja di Yudea, atau gereja di Galilea, sebab Makedonia adalah sebuah propinsi; Galatia juga sebuah propinsi; Yudea adalah sebuah daerah; demikian pula Galilea. Dalam propinsi atau daerah tersebut entah tercakup berapa banyak lokal. Propinsi dan daerah bukanlah satu unit lokal, melainkan mencakup banyak unit lokal.

Karena gereja dalam Alkitab berunitkan satu lokal, dan dibatasi oleh satu lokal, dalam satu propinsi atau daerah tentu ada banyak gereja. Karena itu, tidak boleh ada sebuah gereja propinsi atau gereja daerah. Jika demikian, itu bukan gereja lokal, melainkan gereja gabungan lokal-lokal.

Justru karena itu, demi gereja lokal, Alkitab tidak pernah mencatat adanya gereja propinsi anu, atau gereja daerah anu. Setiap menyinggung propinsi atau daerah, sebutannya lain lagi.

Mari kita tinjau bagaimana Alkitab mengatakan gereja semacam itu. "Berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan gereja-gereja di situ" (Kis. 15:41).

Di sini tercatat gereja-gereja, sebab Siria dan Kilikia adalah satu daerah yang luas, dan di dalamnya terdapat banyak lokal. Tiap lokal ada gerejanya masing-masing, karena itu, disebut gereja-gereja. Dalam Alkitab tidak tercatat fakta bergabungnya gereja-gereja itu menjadi satu gereja besar.

Berbagai lokal itu boleh bergabung menjadi Siria atau Kilikia, namun Allah tidak mengorganisasikan atau mempersatukan kaum imani di lokal-lokal yang berbeda itu menjadi gereja di Siria atau Kilikia. Lokal boleh bergabung menjadi kabupaten, propinsi dan negara. Tetapi dalam Alkitab tidak ada gereja kabupaten, gereja propinsi atau gereja negara, hanya ada gereja lokal, yakni gereja lokal yang sebesar kota.

". . .

Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi semua gereja bukan Yahudi (kafir)" (Roma 16:4). Di luar Yudea ada gereja-gereja orang kafir. Namun, mereka tidak bergabung menjadi satu gereja orang kafir, sebab gereja dibagi berdasarkan lokal, bukan berdasarkan negara atau bangsa.

"Salam kepadamu dari gereja-gereja di Asia Kecil" (I Kor. 16:19). Asia Kecil adalah sebuah propinsi.

Tetapi tidak ada sebuah gereja propinsi, melainkan gereja-gereja di sebuah propinsi. Dalam Alkitab tidak ada satu gereja propinsi, pun tidak ada satu gereja negara atau bangsa; hanya ada satu gereja, yakni gereja lokal. Dalam Alkitab hanya ada gereja lokal, yang merupakan tempat sekelompok masyarakat bermukim bersama.

"Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada gereja-gereja di Makedonia" (II Kor. 8:1) Makedonia adalah sebidang tanah dataran luas, karenanya gereja di sana disebut gereja-gereja.

". . .

kepada gereja-gereja di Galatia" (Gal. 1:2) Galatia juga sebuah propinsi, karenanya rasul menulis surat kepada gereja-gereja di Galatia.

". . .

gereja-gereja Kristus di Yudea" (Gal. 1:21) Yudea merupakan satu daerah atau distrik, maka di sini disebut gereja-gereja.

Kini kita mengetahui cara Alkitab membagi gereja. Alkitab tidak mengijinkan kita mengiris sebuah gereja lokal, itu adalah perbuatan daging. Alkitab juga tidak mengijinkan kita menggabungkan setiap gereja lokal, itu pun adalah tindakan daging.

Dengan perkataan lain, sekte di suatu lokal, atau denominasi yang menggabung beberapa lokal, tidak sesuai dengan Alkitab. Dalam Alkitab hanya ada satu lokal satu gereja, tidak pernah ada satu gereja lokal terbagi menjadi beberapa gereja, pun tak pernah ada beberapa gereja lokal bergabung menjadi satu gereja. Jadi, yang lebih kecil dari lokal bukan gereja, yang lebih besar dari lokal pun bukan gereja.

Sebab Alkitab memberi batasan gereja dengan lokal.

Mari kita ambil sebuah contoh: Shanghai adalah sebuah lokal, Soochow juga sebuah lokal. Shanghai adalah satu unit, maka di situ terdapat gereja di Shanghai. Soochow juga satu unit, maka di situ ada gereja di Soochow.

Walau jarak kedua lokal tersebut sangat dekat, keduanya adalah dua unit. Di antara mereka hanya ada hubungan rohani, tidak ada kesatuan administrasi. Hubungan antara Shanghai dengan Soochow tak berbeda dengan hubungan antara Shanghai dengan Nanking dan London.

Meskipun London adalah kota di sebuah negera lain, lagi pula jaraknya sangat jauh dari Shanghai, tetapi seperti halnya dengan Soochow, London juga satu unit. Karena itu, hubungan Shanghai dengan London sama dengan hubungan Shanghai dengan Soochow. Bukan karena dekat lalu menjadi istimewa intim, juga tidak karena jauh lalu istimewa renggang.

Unit yang terbesar di dunia adalah negara, lalu propinsi, kemudian distrik. Namun, Alkitab tidak mempedulikan perbedaan negara, propinsi atau distrik. Unit dalam Alkitab ialah satu lokal, tempat sekelompok masyarakat bermukim bersama sehari-hari.

Inilah batasan gereja lokal yang ditetapkan Alkitab. Gereja-gereja semacam inilah - gereja lokal - yang didirikan para rasul di tiap-tiap tempat.

Camkanlah baik-baik, gereja adalah milik lokal, bahkan sangat lokal. Bila orang memasukkan yang lain, itu bukanlah gereja yang disebut Alkitab.