GEREJA YANG DIDIRIKAN PARA RASUL
Para rasul pergi ke berbagai tempat bekerja. Setelah ada orang diselamatkan, di berbagai tempat itu mereka mendirikan gereja. Kemudian, mereka melantik penatua di gereja-gereja tersebut, agar para penatua itu menangani urusan gereja lokal masing-masing.
Setelah itu, para rasul pergi ke tempat lain lagi. Sampai di sini, kita dapat bertanya: Gereja bagaimanakah yang didirikan rasul di antara mereka? Mengapa rasul mendirikan banyak gereja di berbagai tempat itu?
Menurut Alkitab, bukankah gereja hanya ada satu, mengapa dikatakan pula bahwa rasul di berbagai tempat mendirikan gereja-gereja? Gereja adalah Tubuh Kristus, hanya satu, mengapa sekarang timbul banyak gereja? Sekarang kita akan menggunakan sedikit waktu untuk membahas masalah ini.
Makna istilah "gereja" dalam bahasa Yunani sangat sederhana, yaitu "orang-orang yang dipanggil keluar". Kelompok apakah itu? Yakni orang-orang yang dipanggil keluar, itulah yang disebut gereja.
Istilah ini hanya muncul dua kali dalam keempat kitab Injil, masing-masing dalam Matius 16 dan 18. Kecuali itu tidak pernah disinggung lagi. Memang istilah ini banyak terdapat dalam kitab Kisah Para Rasul.
Tetapi dalam keempat kitab Injil hanya dipakai dua kali, diucapkan oleh Tuhan sendiri, dan kedua kali itupun dipakai secara berbeda.
Matius 16:18 mengatakan, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gerejaKu . . ." Gereja apakah ini?
Di sini, "batu karang" mengacu kepada "Kristus" sendiri. Petrus mengakui Tuhan adalah Kristus dan Anak Allah, maka gereja justru dibangun di atas "batu karang" ini. Tuhan akan mendirikan gereja di atas kesaksian Dia sebagai Anak Allah (statusNya sendiri) dan Kristus Allah (pekerjaanNya sendiri).
Ia akan mendirikan gerejaNya di atas batu karang ini. Gereja yang demikian meliputi segenap orang yang memiliki hayat Allah, orang yang ditebus oleh darah adi Tuhan Yesus, orang yang dilahirkan ulang oleh Roh Kudus, semua orang yang berpaling ke dalam nama Tuhan di segala jaman dan seluruh dunia. Ini adalah gereja yang universal, gereja Allah yang tunggal.
Gereja ini adalah Tubuh Kristus.
Ini jauh berbeda dengan gereja dalam Matius 18:17. "Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada gereja. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan gereja, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai." Di manakah letak perbedaan antara gereja di sini dengan gereja terdahulu?
Sudah pasti ruang lingkup gereja dalam pasal 18 tidak sebesar ruang lingkup gereja dalam pasal 16. Gereja dalam pasal 16 tidak mengenal batas waktu dan ruang; segenap umat milik Tuhan termasuk di dalamnya. Gereja dalam pasal 18 adalah gereja yang bisa menanggapi laporan Anda.
Gereja dalam pasal 16 mencakup seluruh anak-anak Allah, sedang gereja dalam pasal 18 hanya mencakup anak-anak Allah yang tinggal setempat dengan Anda. Karena setempat, maka bisa timbul masalah, dan Anda boleh menyampaikan masalah itu kepada gereja setempat itu. Jadi gereja dalam pasal 18 bukan mengacu kepada gereja yang universal, melainkan mengacu kepada gereja di satu lokal.
Hanya kepada gereja yang menetap di satu tempat yang sama dengan Anda barulah Anda bisa menyampaikan suatu persoalan kepada mereka. Jika itu gereja universal, mungkinkah Anda menghimpun seluruh anak-anak Allah dan menyampaikan masalah Anda kepada mereka? Maka gereja semacam ini adalah gereja yang ada di tiap-tiap lokal, berbentuk jamak.
Jadi jelaslah, bahwa gereja terbagi dalam dua aspek: pertama adalah gereja yang unik, tunggal; dan yang kedua adalah gereja di tiap-tiap lokal. Yang pertama adalah gereja, yang kedua adalah gereja-gereja. Gereja itu tak berbentuk, sedang gereja-gereja itu berbentuk.
Gereja yang universal itu tanpa struktur (organisasi), gereja-gereja itu berstruktur. Kita semua mengetahui adanya gereja universal, tetapi kita tidak tahu bagaimana bentuknya. Sebab ia rohani, tidak berupa dan tidak berbentuk.
Namun, gereja-gereja lokal itu kelihatan dan ada bentuknya. Kalau gereja universal adalah yang hayati, adalah satu kesatuan yang organik, maka gereja-gereja di tiap lokal adalah yang berbentuk, karena itu, ada struktur organisasinya, di sana ada para penatua dan diaken.
Problem yang timbul dalam gereja dewasa ini, semua tidak terjadi pada gereja universal, tetapi pada gereja-gereja lokal. Sebab gereja universal itu tanpa bentuk/rupa, dan bersifat rohani, maka manusia tak dapat campur tangan. Tetapi gereja-gereja lokal berbentuk, berstruktur, maka bisa mengalami banyak masalah.
Anda tidak pernah mendengar orang berselisih atas surat Efesus, sebab surat tersebut membahas masalah rohani. Tetapi banyak perselisihan akan timbul bila orang membaca surat Korintus; ada yang mengatakan itu perkara yang sudah berlalu, ada pula yang mengatakan ini atau itu tak benar. Karena surat Korintus khusus menanggulangi gereja-gereja lokal yang berbentuk.
Gereja semacam ini sangat praktis, dan tertampak dalam hidup sehari-hari. Maka gereja universal yang tanpa bentuk, rohani dan adikodrati itu, tidak terhitung sebagai ujian ketaatan kita; sebaliknya, gereja-gereja lokal yang berstruktur itulah yang menjadi ujian ketaatan kita.
Bagaimanakah gereja terbagi menjadi gereja-gereja? Bagaimanakah gereja tunggal dalam Alkitab itu terbagi menjadi banyak gereja? Alkitab menyebut gereja sebagai "gereja Allah" (I Kor.
10:32). Gereja ini berbentuk tunggal. Gereja Allah hanya satu.
Tetapi dalam I Tesalonika 2:24 dikatakan pula "gereja-gereja Allah". Pada satu aspek disebut gereja Allah, hanya satu; pada aspek lain dikatakan gereja-gereja Allah, berarti tidak hanya satu. Mengapa Alkitab mengatakan gereja Allah hanya satu, lalu mengapakah pula gereja Allah tidak hanya satu?
Satu menjadi banyak, gereja tunggal menjadi gereja jamak; bagaimanakah proses perubahannya? Dengan cara apakah Alkitab membagi gereja menjadi gereja-gereja?
Setelah membaca Alkitab, kita menjadi jelas, bahwa gereja tunggal terbagi menjadi gereja-gereja, tak lain karena adanya perbedaan lokal. Dengan perbedaan lokal inilah Allah membagi gereja tunggal itu menjadi banyak gereja. Jadi mendirikan gereja menurut lokal adalah cara satu-satunya dalam Alkitab, dan itupun adalah alasan satu-satunya yang diperkenan Alkitab.
Bagaimanakah cara memisahkan gereja-gereja dalam Alkitab? Misalkan pada kitab Wahyu pasal 2 dan 3, ada gereja di Efesus, gereja di Smirna, gereja di Pergamus, gereja di Tiatira, gereja di Sardis, gereja di Filadelfia dan gereja di Laodikia. Mereka terbagi menjadi tujuh gereja karena perbedaan lokal (berbedanya tempat tinggal kaum imani).
Jadi gereja-gereja itu terpisah karena perbedaan lokasi. Efesus, . .
. Laodikia, semua adalah nama tempat. Mereka adalah tujuh tempat yang berlainan, maka di situ ada tujuh gereja yang berlainan.
Gereja terpisah menjadi tujuh buah, oleh sebab berbedanya satu lokal dengan lokal lain. Bukan hanya ketujuh gereja dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3 yang didirikan berdasarkan lokalitas, di tempat lainnya dalam Alkitab pun sama. Misalnya gereja di Yerusalem, gereja di Listra, gereja di Korintus, gereja di Derbe, gereja di Kolose, gereja di Troas, gereja di Filipi, gereja di Roma, gereja di Tesalonika, gereja di Antiokhia, dan lain sebagainya.
Ini disebabkan gereja Allah adalah Tubuh Kristus yang hanya satu dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Semua manusia milik kelompok ini, sama dalam segala perkara. Tetapi tempat mereka bermukim itu tidak sama.
Pada hakekatnya gereja hanya satu, tak mungkin terpisahkan, sekalipun mereka terpisah karena lokalitas, tetap disebut gereja di tempat anu, tetap gereja! Secara lokal, walau gereja di tempat anu berbeda, mereka tetap gereja. Karena itu, dalam Alkitab hanya ada satu alasan yang diijinkan untuk memisahkan gereja menjadi banyak gereja yakni terpisah oleh lokal.
Kecuali ini tidak ada cara lain untuk membagi gereja menjadi gereja-gereja, dan kecuali ini tidak ada cara halal atau alasan yang sudah digariskan untuk memisahkan gereja. Ini satu fakta, semoga hal ini terukir dalam kalbu kita, yaitu: gereja hanya dapat dipisahkan karena lokalitas, kecuali ini, cara atau alasan apapun berasal dari manusia dan berasal dari daging; itu tidak terdapat dalam Alkitab.
Gereja yang didirikan rasul tak lain adalah menurut lokalitas. Hasil pekerjaan mereka ialah mendirikan gereja lokal di berbagai tempat. Mereka tidak mampu mendirikan gereja yang tunggal itu, karena itu adalah Tubuh Kristus, hanya Kristus yang dapat mendirikan.
Siapa pun tidak ada bagian dalam pendirian gereja itu. Namun, pendirian gereja lokal ini memang yang diamanatkan Allah kepada para rasul. Rasul seolah-olah telah memisahkan satu gereja menjadi banyak gereja.
Saya tidak berkata, bahwa mereka telah terpisah dengan sesungguhnya, melainkan saya katakan "seolah-olah" terpisah. Di sini ada satu cara pemisahan yang diperbolehkan Allah.