Kalau demikian, bagaimanakah kelanjutan urusan-urusan gereja di kemudian hari? Para rasul tidak berunding siapa di antara mereka yang harus menetap di satu lokal, pun tidak mengirim surat ke Antiokhia untuk minta dikirimkan orang ke situ, melainkan, "Di tiap-tiap gereja rasul-rasul menetapkan penatua-penatua bagi gereja itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan" (ayat 23). Para rasul adalah pekerja yang Allah bangkitkan untuk memberitakan Injil di tiap-tiap lokal, dan hasil pekerjaan mereka adalah didirikannya gereja-gereja di tiap lokal.
Setelah mereka mendirikan gereja, mereka tidak menetap terus di satu lokal. Pada zaman rasuli, setelah rasul pergi menginjil dan mendirikan gereja, maka ketika mereka kembali, mereka membina gereja itu. Berapa lama waktu yang dipergunakan, tidak kita ketahui.
Selesai membina, menjelang pergi, lalu di setiap gereja mereka memilih beberapa orang yang agak bertumbuh dari antara kaum imani setempat untuk melantik mereka menjadi penatua, yakni yang disebut penilik dalam Alkitab. Berapa banyak gereja lokal yang mereka dirikan, di gereja-gereja itulah mereka melantik penatua. Mereka bukan menunggu suatu gereja mencapai suatu tingkat tertentu baru melantik penatua, melainkan di setiap gereja lokal mereka melantik para penatua.
Prosesnya sangat sederhana. Setelah rasul memberitakan Injil di suatu lokal dan ada beberapa orang diselamatkan, maka sudahlah ada pendirian gereja. Lalu rasul meninggalkan tempat itu sejangka waktu, dan kemudian kembali lagi ke situ.
Dengan sendirinya akan terjadi tiga macam keadaan: 1) ada sebagian orang yang tidak dapat mengikuti; ketika rasul pergi, mereka pun mengundurkan diri; 2) ada sebagian orang bersikap biasa-biasa saja, mereka tetap datang berhimpun; tidak mundur, namun juga tidak giat menuntut kemajuan; 3) ada sebagian orang agak bertumbuh, mereka menaruh minat dalam hal rohani, dan ada tuntutan. Maka, dari antara sebagian orang yang agak bertumbuh inilah rasul memilih dan melantik beberapa orang menjadi penatua. Para penatua itulah yang lebih banyak bertanggung jawab atas penggembalaan, pembinaan dan pengajaran di gereja lokal mereka.
Jadi, merekalah yang mengemban kewajiban administrasi dan pengaturan gereja.
Para penatua tersebut bukan bekerja bagi (menggantikan) saudara-saudara setempat, melainkan mengawasi mereka bekerja. Dalam Alkitab, "penatua" berarti "penilik" atau "pengawas". Dalam Alkitab selamanya tak pernah nampak seorang rasul menetap lama di satu lokal untuk mengurus satu gereja; itu tugas penatua, bukan tugas rasul.
Rasul sudah pergi, tetapi mereka melantik para penatua dari lokal itu sendiri, untuk mengurus urusan lokal.
Setelah rasul melantik para penatua, maka dengan berpuasa dan berdoa, diserahkanlah mereka kepada Tuhan yang mereka percayai. Sebagaimana ketika mereka sendiri diutus, mereka diserahkan kepada Tuhan melalui puasa dan doa para nabi dan pengajar, kini mereka juga melalui berpuasa dan berdoa, menyerahkan para penatua itu kepada Tuhan.
Inilah teladan pekerjaan rasul. Hari ini kita juga harus bekerja menurut apa yang dikerjakan rasul. Jika kita menaati teladan rasul, wajiblah kita memiliki jejak rasul, perjalanan rasul dan cara kerja rasul.
Kalau kita memiliki kekuatan rasul, persembahan rasul dan cara kerja rasul, kita pasti akan mendapatkan hasil seperti rasul, juga derita aniaya rasul. Jika kita hari ini tidak ada hasil seperti rasul, salah satu sebabnya ialah, karena kita tidak menggunakan cara kerja rasul.
"Mereka menjelajahi seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia, di tempat itulah mereka dulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.
Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman" (ayat 24-27). Begitu mereka kembali, mereka menceritakan segala yang telah mereka lakukan di luar, kepada gereja di Antiokhia. Sebab mereka asalnya adalah dua saudara dari gereja di Antiokhia, dan yang semula diutus pergi dari gereja di Antiokhia, maka mereka pulang memberi laporan kepada gereja tersebut.
Dalam Alkitab kita nampak, memberi laporan kerja kepada orang-orang yang bersimpati dan yang membantu dalam doa itu diperbolehkan, bahkan diharuskan. Tetapi itu adalah laporan, bukan iklan, maka tidak boleh mengandung sifat iklan. Membuat laporan atau korespondensi mengenai perkembangan pekerjaan kepada anak-anak Allah itu sangat berharga.
Tetapi kalau sifatnya berubah, dan mengandung maksud lain, itu tidak diperkenan Allah. Jika kita merasa rendah diri (minder, bersikap menutup diri yang milik sukma), namun mengira berbuat demikian berarti lebih luhur daripada orang lain, itupun bukan contoh rasul. Segalanya tergantung pada motivasi.
Bagi orang yang bersih, segalanya bersih; bagi orang yang najis, segalanya najis. Inilah jejak para rasul, sebagai teladan yang ditinggalkan di antara kita, yang patut kita teladani. Semoga Allah merahmati kita!