Sebagai rasul, Tuhan adalah rasul unik, tetapi Dia tidak dapat berada terus di bumi. Kedua belas rasul mempunyai kedudukan istimewa, tetapi mereka juga tidak dapat terus berada di bumi. Setelah Tuhan pergi, ada dua belas rasul di antara kita; kini, setelah kedua belas rasul pergi, siapakah yang ada di antara kita?
Setelah Tuhan pergi, datanglah Roh Kudus, dan Roh Kuduslah yang menanggung kewajiban pekerjaan itu. Sang Anak bekerja bagi Bapa, Roh Kudus bekerja bagi Anak. Sang Anak datang demi menggenapkan kehendak Bapa, Roh Kudus datang demi menggenapkan kehendak Anak.
Sang Anak datang untuk memuliakan Bapa, Roh Kudus datang untuk memuliakan Anak. Bapa melantik Kristus sebagai Rasul; Anak, di bumi, melantik dua belas rasul; Roh Kudus datang juga melantik rasul. Para rasul yang dilantik Roh Kudus meski tidak sejajar dengan kedua belas rasul itu, tetap disebut rasul.
Bacalah Efesus 4. Rasul-rasul yang dilantik di situ bukan dua belas rasul. Di situ dikatakan dengan jelas adanya segolongan rasul yang baru dilantik setelah kenaikan Tuhan Yesus.
Mereka adalah karunia-karunia yang diberikan kepada gereja setelah Tuhan Yesus naik ke sorga. Jelas sekali, mereka bukan kedua belas rasul yang semula; kedua belas rasul yang dilantik Tuhan Yesus di bumi itu tidak ada kedudukannya dalam surat kiriman yang membahas Tubuh Kristus serta keesaan Tubuh ini. Kitab ini juga menyinggung segolongan minister (pekerja), khususnya para rasul, yang ditetapkan untuk pembinaan Tubuh Kristus.
Jika Kepala belum eksis tak mungkin Tubuh ada; jika Kepala belum beroleh kedudukan, tak mungkinlah Tubuh ada. Maka sebelum Tuhan Yesus menjadi Kepala gereja, ketika Ia masih berada di bumi, para rasul pembangun Tubuh Kristus yang dikatakan ini tak mungkin ada. Karena itu, kita wajib membedakan para rasul "saksi kebangkitan Yesus" dengan para rasul "pembangun Tubuh Kristus" (Kis.
1:22,25). Yang dua belas itu adalah rasul kesaksian kebangkitan Yesus, sedang para rasul yang dilantik setelah Tuhan naik ke sorga adalah para rasul pembangun Tubuh Kristus. Yang dua belas itu, di kemudian hari tentunya juga menerima amanat membangun gereja.
Tetapi terlantiknya mereka menjadi kedua belas rasul berbeda dengan para rasul dalam surat Efesus. Jadi, selain yang dua belas itu, Allah masih memiliki rasul-rasul lainnya.
Sejak Roh Kudus turun, kita nampak, yang mulai bekerja adalah kedua belas rasul itu, dan mereka bekerja hingga Kisah Para Rasul 12. Mulai Kisah Para Rasul 13, kita nampak Roh Kudus mulai tampil sebagai Tuan gereja; Ia seolah menjadi "direktur" dari Kristus. Ketika itu, di gereja Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar.
Sewaktu mereka melayani Allah sambil berpuasa, Roh Kudus berkata, "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiku, untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka" (Kis. 13:1-2). Kini ada dua orang telah diutus oleh Roh Kudus.
Apakah sebutan kedua orang itu? Rasul. Ketika Paulus dan Barnabas bekerja di Ikonium "ada yang memihak kepada orang-orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu"(Kis.
14:4). Barnabas rasul, Paulus pun rasul. (Istilah rasul disini, dalam bahasa Yunani berbentuk jamak).
Pada ayat 14 juga dijelaskan, ". . .
kedua rasul itu, Barnabas dan Paulus" (Tl.). Ini menunjukkan kepada kita, kedua orang utusan Roh Kudus ini adalah rasul. Walau mereka bukan termasuk rasul yang dua belas itu, namun mereka tetap rasul.
Siapakah rasul? Rasul adalah pekerja Allah, yakni yang diutus melakukan "tugas yang Ku (Roh Kudus) tentukan bagi mereka". Tugas pekerjaan ada di tangan mereka.
Dalam arti luas, semua saudara melakukan pekerjaan Allah, keempat jenis orang dalam ministri itu, lebih-lebih melakukan pekerjaan Allah. Namun, golongan para rasul lebih khusus melakukan pekerjaan Allah; tugas pekerjaan Allah itu khusus teremban di atas diri mereka. Mereka sendiri adalah pekerja Allah, dan tugas kewajiban mereka adalah pekerjaan Allah.
Di sini kita segera nampak ajaran Alkitab tentang kerasulan. Allah melantik AnakNya sebagai rasul; Kristus melantik dua belas rasul untuk bekerja bagiNya; Roh Kudus pun, di luar kedua belas rasul itu, melantik sekelompok rasul. Rasul pertama itu tunggal, hanya Dia seorang; kedua belas rasul itu, khusus dan tidak dapat ditambah satu.
Tetapi, sesudah kedua belas rasul itu, bukan tidak ada rasul lagi. Sebab Roh Kudus kini sedang memilih orang untuk menjadi rasul. Pemilihan Tuhan atas kedua belas rasul itu sudah berlalu.
Kini, di luar kedua belas rasul itu, Roh Kudus tetap terus memilih rasul, dan yang dipilihNya adalah rasul-rasul tingkat lain. Berapa lamanya Roh Kudus berada di bumi, selama itu pula Ia memilih terus.
Dalam Alkitab, kita tidak saja nampak Barnabas dan Paulus sebagai rasul, masih banyak rasul sejenis itu yang dibangunkan Roh Kudus. Entah berapa banyak para rasul tingkatan baru seperti ini. Selain Paulus dan Barnabas, masih banyak rasul yang sedemikian.
Surat I Korintus 4:9 mengatakan, "Sebab menurut pendapatku Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah (akhir)" Siapakah yang dimaksudkan di sini? Karena dikatakan "kami", sudah tentu selain Paulus masih ada orang lain. Siapa itu?
Dengan membaca ayat-ayat di atasnya, kita segera tahu, Apolos juga sekerja. Jika membaca I Korintus 1:1, Sostenes pun termasuk di dalamnya. Maka "kami" yang dimaksud di sini jika bukan Apolos tentu Sostenes, atau kedua-duanya.
Di sini kita nampak, bukan Paulus saja sebagai rasul, Apolos dan Sostenes juga rasul.
Dalam II Korintus 8:23 dikatakan, "Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu, saudara-saudara yang lain itu adalah utusan gereja-gereja . . ." (Di sini utusan dalam bahasa Yunani ialah rasul).
Saudara-saudara ini diutus Paulus membawa uang bantuan kepada saudara-saudara yang berkekurangan di Yudea. Walau nama mereka tidak disebut, tetapi mereka adalah rasul terkenal, sebab Alkitab mengatakan mereka adalah utusan gereja-gereja.
Lagi dalam Roma 16:7 dikatakan, "Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjara bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul". "Orang-orang yang terpandang di antara para rasul" berarti di sini ada rasul, bukan hanya rasul, tetapi rasul-rasul yang terpandang. Dari sini kita bisa melihat, bukan Paulus dan Barnabas saja adalah rasul yang dilantik Roh Kudus, tetapi masih banyak lagi.
Dalam I Tesalonika 2:6 dikatakan, ". . .
kami sebagai rasul-rasul . . ." Di sini sekali lagi Paulus berkata, ".
. . kami, sebagai rasul-rasul." Ini jelas mencakup Silas dan Timotius (1:1) yang bersama-sama menandatangani surat dengan Paulus.
Maka kedua pemuda yang bekerja sama dengan Paulus itu adalah rasul juga.
Dalam I Korintus 15:5 dikatakan, "Bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas muridNya." Ayat 7 mengatakan, "Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul." Jelas, selain kedua belas rasul masih ada "semua rasul". Semua rasul yang dimaksud di sini pasti bukan kedua belas rasul itu, melainkan yang dilantik Roh Kudus untuk melanjutkan pekerjaan rasul.
Banyak orang yang beranggapan keliru, yakni mengira Paulus adalah rasul yang terakhir, dan di belakangnya tidak ada rasul lagi. Namun Alkitab tidak berkata demikian, Paulus pun tidak mengaku demikian. Alkitab mengatakan, "Dan yang paling akhir dari semuanya, Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul . . ." (I Kor.
15:8-9). Perhatikan bagaimana Paulus menggunakan istilah "paling akhir" dan "paling hina" dalam ayat tersebut. Ia tidak berkata, bahwa dirinya adalah rasul yang "terakhir", melainkan ia adalah "yang paling akhir" melihat penampakan tubuh kebangkitan Tuhan.
Ia mengaku dirinya "paling hina" dari semua rasul, tidak mengatakan dirinya sebagai rasul yang "paling akhir". Kalau Paulus adalah rasul "paling akhir", berarti di belakangnya tidak ada rasul lagi. Ia hanya mengatakan, di antara orang-orang yang telah nampak penyataan diri Tuhan setelah Ia bangkit, dirinya adalah yang paling akhir; Paulus bukan rasul yang paling akhir.
Dari ayat-ayat di atas kita nampak, Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Tuhan di bumi dan juga memilih para rasul di bumi untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Banyak yang mengira tidak ada rasul lagi selain kedua belas rasul, padahal setelah kedua belas rasul itu, Allah tetap memilih rasul-rasul, mengutus mereka pergi bekerja. Sekelompok orang ini juga adalah rasul seperti halnya kedua belas rasul, hanya mereka tidak memiliki kedudukan istimewa seperti yang dimiliki kedua belas rasul itu.