Penghidupan Orang Kristen yang Normal • Bab 2 • Modul 7

Kristus dan Kedua Belas Rasul

Pembacaan Alkitab
"Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil" — Markus 3:14

PARA RASUL

RASUL PERTAMA

Pekerjaan Allah di bumi secara langsung dimulai dari pengutusan AnakNya ke bumi. Ini tidak berarti Allah tidak punya pekerjaan sebelum AnakNya datang ke bumi. Allah sudah bekerja sebelum mengutus AnakNya ke bumi, tetapi pekerjaanNya di bumi secara langsung itu dimulai sejak Ia mengutus AnakNya.

Jadi, Kristus adalah pekerja Allah yang pertama; dan Kristus adalah sebutan ministriNya. Ia disebut "Kristus" karena pekerjaan yang dilakukanNya, seperti halnya Ia disebut "Yesus", karena inkarnasiNya. Ia diurapi justru untuk pekerjaan Allah.

Ia bukan datang sendiri, melainkan diutus. Ia bukan datang ke bumi dan naik ke atas kayu salib dengan tekad keberanianNya sendiri, melainkan karena diutus Allah. Sebab itu, Injil Yohanes berulang-ulang mengutip perkataan, "Dia yang mengutus Aku." Yesus tidak berkata, "Bapa", atau "Allah", melainkan "Dia, yang mengutus Aku." Ia menyebut diriNya seorang utusan.

Pengutusan ini merupakan prinsip pertama dalam pekerjaan Allah. Tanpa pengutusan, tidak ada pekerjaan Allah.

Dalam Alkitab, orang-orang yang diutus diberi satu sebutan khusus, yaitu "rasul". Istilah ini dalam bahasa Yunani berarti seorang "utusan".

Tuhan sendiri adalah rasul yang pertama, sebab Dia adalah yang pertama-tama diutus. Karena itu, Alkitab menyebutNya Rasul (Ibrani 3:1).

KEDUA BELAS RASUL

Tidak hanya Tuhan yang menjadi rasul dan melakukan pekerjaan rasul. Ketika Ia masih ada di bumi, dan belum meninggalkan bumi ini, Ia sudah tahu, bahwa pekerjaanNya (dalam daging) tidak bisa bertahan terus, maka di samping mengemban tugas, Ia memilih sekelompok orang untuk melanjutkan tugasNya itu. Sekelompok orang ini juga disebut rasul.

Mereka bukan datang dengan tekad keberanian sendiri, melainkan diutus juga. Jadi, prinsip yang paling penting dari pekerjaan Allah ialah pengutusan, bukan bekerja karena keberanian sendiri. Alkitab menyebut orang-orang yang bekerja dengan jabatan ini sebagai rasul.

Dari manakah Tuhan memilih para rasul ini? Dari antara murid-muridNya. Pada mulanya, pekerja-pekerja yang diutus Tuhan adalah orang-orang yang dipilihNya dari antara murid-murid.

Bukan setiap murid itu rasul, tetapi setiap rasul itu pasti murid. Bukan semua murid keluar melakukan pekerjaan Tuhan, melainkan orang-orang yang dipilih dari antara murid-murid yang keluar melakukan pekerjaanNya. Maka, seorang rasul pasti beroleh dua kali panggilan; sekali dipanggil menjadi murid, sekali lagi dipanggil menjadi rasul.

Pertama kali ia dipanggil dari antara orang dunia untuk menjadi murid, kedua kalinya ia dipanggil dari antara murid-murid untuk menjadi rasul.

Kedua belas rasul itu mempunyai posisi istimewa dalam Alkitab, dan dalam rencana Allah, mempunyai pengaturan yang khusus, sebab mereka beserta dengan Anak Allah semasa Anak Allah berada di bumi ini. Seperti pernyataan Yohanes, "yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami" (I Yohanes 1:1). Juga seperti pernyataan Tuhan sendiri, "Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar" (Mat.

13:16). Maka dalam Alkitab, para rasul itu berkedudukan istimewa, tidak saja disebut rasul, bahkan disebut "kedua belas rasul itu." Maka kita nampak, pada mulanya Tuhan "memanggil murid-muridNya kepadaNya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebutNya rasul" (Lukas 6:13). Di kemudian hari, Tuhan berkata kepada Petrus, "Kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam kerajaanKu dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel" (Lukas 22:30).

Kedua belas orang itu mempunyai posisi istimewa, yang tidak dipunyai pekerja-pekerja lainnya. Kalau Kristus memiliki satu takhta khusus, maka kedua belas rasul itu memiliki dua belas takhta. Ini tidak dimiliki rasul-rasul pada umumnya.

Akhirnya, Yudas Iskariot berkhianat (ia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Allah), dan jabatan ini terlepas dari dia. Allah lalu memimpin rasul-rasul lainnya mengajukan dua orang, dan dari kedua orang itu memilih seorang untuk menggenapi jabatan kedua belas orang itu. Dengan undi maka terpilihlah Matias, sehingga "ia ditambahkan kepada bilangan kedua belas rasul itu" (Kis.

1:25-26). Pada Kisah Para Rasul 2:14 tercatat, "Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu." Masuknya Matias ke jajaran kedua belas rasul terbukti diakui Roh Kudus. Jadi di antara kedua belas rasul itu tidak boleh kurang satu atau lebih satu.

Kedua belas orang itu mempunyai posisi istimewa bahkan sampai ke alam kekal. Dalam Wahyu 21:14 dikatakan, "Dan tembok kota (Yerusalem Baru) itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu." Allah mempunyai banyak sekali pekerja, namun kedudukan kedua belas rasul itu tidak dimiliki pekerja-pekerja Allah lainnya. Allah mengaruniakan kedudukan istimewa ini kepada mereka atas dasar kehendak, rencana dan hakNya sendiri.

Hingga langit baru dan bumi baru, kedua belas rasul itu tetap mempunyai kedudukan yang istimewa.