Penghidupan Orang Kristen yang Normal • Bab 2 • Modul 10

Dinamika Kerasulan Praktis

Pembacaan Alkitab
"Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil" — Markus 3:14

RASUL PALSU

Rasul palsu itu ada; bukan saja pada hari ini, bahkan pada jaman dulu pun ada. Surat II Korintus 11:13 mengatakan, "Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus." Alkitab mengatakan dengan jelas tentang adanya rasul-rasul palsu. Mereka bukan murid-murid palsu; boleh jadi mereka benar-benar adalah murid-murid, orang-orang yang sudah dilahirkan kembali dan beroleh selamat.

Namun mereka memanfaatkan perkara ibadah sebagai cara untuk memperoleh keuntungan (I Tim. 6:5). Mereka ingin menjadi kaya melalui jalur agama.

Mereka menaruh harapan pada orang-orang Korintus agar beroleh sesuatu. Maka Paulus mengingatkan kaum imani Korintus untuk waspada. Adakalanya, setelah rasul sejati memperoleh hasil dari pekerjaannya, lantas ada orang yang ingin menarik keuntungan dari hasil-hasil tersebut.

Orang semacam inilah rasul palsu. Maka Alkitab mengatakan, bahwa rasul sejenis itu harus diuji. Gereja di Efesus pernah menguji orang-orang yang menyebut dirinya rasul, padahal bukan rasul (Why.

2:2); mereka adalah pendusta. Pengujian semacam itu jelas diperkenan oleh Tuhan.

Ujian terbesar untuk membuktikan seseorang itu rasul palsu atau bukan adalah melihat sikapnya terhadap uang. Barangsiapa tidak beres, ada main dan serakah dalam hal keuangan, ia pasti rasul palsu. Rasul palsu kalau tidak mencari nama tentu mencari harta.

Barangsiapa cinta uang, ia pasti rasul palsu. Ketika Paulus mengirimkan bantuan kepada kaum saleh di Yerusalem, ia khusus mengutus dua orang saudara pergi membawakan uang ke sana. Dalam hal ini, sikapnya luar biasa jernih dan terang.

Barangsiapa bersikap tamak atas hal uang, pasti ia rasul palsu. Begitu hati kita terjamah oleh uang, dan pekerjaan kita bukan sepenuhnya untuk Tuhan karena mengasihi Tuhan, melainkan dipengaruhi oleh uang, maka kita berkemungkinan berubah dari rasul sejati menjadi rasul palsu! Kita wajib belajar seperti kaum imani Efesus, tahu bagaimana menguji orang-orang yang mengaku dirinya rasul, padahal bukan rasul.

Syukur kepada Allah, Roh Kudus masih ada di sini. Syukur kepada Allah, bukan karena tidak memiliki karunia istimewa, maka kita tidak bisa menjadi rasul. Syukur kepada Allah, bukan setelah nampak Tuhan dengan mata jasmani, baru layak menjadi rasul.

Syukur kepada Allah, baik kita sebagai nabi, pengajar atau pemberita Injil, asalkan kita ada panggilan Allah, kita sudah layak menjadi rasul. Hari ini, semua orang yang terpanggil, apa pun karunia yang dimilikinya, pernah melihat Tuhan atau tidak, asal ia terpanggil oleh Tuhan, maka dialah rasul yang meneruskan urutan kerasulan Paulus dan Barnabas. Meskipun kita bukan satu di antara kedua belas rasul itu, tetapi kita adalah rasul.

Walau kita bukan rasul besar, kita adalah salah satu rasul paling kecil dari semua rasul. Jatah rasul belum jenuh dan ini bisa menjadi bagian setiap orang yang menerima amanat Tuhan, menjadi bagian setiap orang yang diutusNya.

SAUDARI SEBAGAI RASUL

Adakah rasul perempuan (saudari)? Ada. Dalam Roma 16:7 kita nampak ada dua rasul yang terkenal di antara para rasul, seorang bernama Andronikus, dan seorang lainnya bernama Yunias.

Berdasarkan kitab bahasa Yunani yang berwibawa, Yunias adalah sebuah nama feminin. Jadi Yunias adalah seorang perempuan, dan dia adalah salah seorang rasul terkenal. Maka kita nampak, bahwa di antara rasul terdapat rasul perempuan.

Memang di antara kedua belas rasul itu tidak ada rasul perempuan, tetapi di antara para rasul ada saudari. Meski tidak ada bukti lain, tetapi nama Yunias ini merupakan satu bukti. Mungkin dalam bahasa lain ada nama seorang laki-laki yang mirip dengan nama wanita, tetapi dalam bahasa Yunani tidak mudah ada kekeliruan.

PARA RASUL KECIL

Satu hal lagi, yakni meski kita boleh jadi adalah rasul-rasul, tetapi itu tidak berarti setiap orang sama besar kecilnya. Ada rasul yang terbesar, ada pula rasul yang terkecil. Dalam Alkitab rasul terbagi menjadi yang besar dan kecil.

Ada rasul, karena amanat yang Allah bebankan lebih banyak, maka jabatan kerasulannya lebih besar. Rasul besar itu tidak saja karena amanat yang diterimanya lebih banyak daripada yang lain, iapun bekerja lebih keras daripada yang lain (I Kor. 15:10).

Dalam II Korintus 11:5 dikatakan, "Sedikitpun aku tidak kurang daripada rasul-rasul yang tak ada taranya itu", dan II Korintus 12:11 mengatakan, "Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu." Dari ayat-ayat tersebut kita nampak, bahwa Alkitab tidak menyamakan setiap rasul.

Di sini kita wajib bersyukur kepada Allah. Hari ini walau kita tidak terpanggil sebagai rasul besar, kita lebih kecil daripada rasul yang terkecil, tetapi kita benar-benar adalah utusan Tuhan. Dibandingkan dengan rasul-rasul dalam Alkitab, kita memang sangat kecil, dan dibandingkan dengan rasul utusan Allah hari ini, kita pun jauh lebih kecil.

Namun, demi kasih karunia, kita tahu siapakah pengutus kita. Terhadap rekan sekerja, saya katakan, kita harus selalu mengambil satu sikap, yaitu kita memang tidak setara dengan orang lain. Kita tidak dapat berkata seperti Paulus, "Sedikit pun aku tidak kurang daripada rasul-rasul besar"; tetapi kita dapat berkata seperti Paulus, "Aku adalah yang paling hina dari antara rasul-rasul." Dalam pekerjaan, meski Paulus bekerja keras luar biasa dan sangat dipakai Allah, dan meski ia benar-benar seorang rasul besar, tetapi ia selalu menaruh sikap: Aku tak layak jadi rasul, aku adalah rasul yang paling kecil.

Apa lagi kita hari ini, benar-benar adalah rasul kecil. Kalau tidak, pasti kita akan bersaingan atau bergesekan dalam pekerjaan. Ke"besar"an yang harus kita tonjolkan bukan dalam perkataan, kedengkian atau kesombongan, melainkan dalam kesabaran, kerja keras dan motivasi.

Kalau demikian, barulah kita dapat setia terhadap jabatan kita, barulah kita dapat dengan sehati memberitakan Injil Tuhan dan membangun gerejaNya.