Penghidupan Orang Kristen yang Normal • Bab 1 • Modul 6

Pengelolaan dan Pembinaan Gereja

Pembacaan Alkitab
"sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh, dan mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan kepenuhan Kristus" — Efesus 4:13

MINISTRI PARA MINISTER

Kedua jenis orang inilah yang dipakai Allah untuk mengemban tugas pekerjaan ministri itu. Di antara saudara-saudara di suatu lokal, Allah menurut kehendakNya memberi mereka karunia, supaya mereka bisa menjadi nabi, pengajar, atau pemberita Injil, agar mereka (berdasarkan karunia yang mereka terima) melayani Allah dan gerejaNya. Lalu, dari antara orang-orang yang beroleh karunia ini, dipilihNya pula secara khusus orang-orang tertentu, dan diutusNya mereka pergi melakukan pekerjaan yang sesuai dengan panggilanNya.

Selain karunia yang telah mereka miliki, orang-orang itu beroleh satu jabatan lain, sehingga mereka menjadi sejenis pekerja yang mempunyai jabatan. Sebagaimana saudara yang berkarunia di sebuah gereja lokal menerapkan karunianya untuk melayani gereja, begitu pula saudara yang berjabatan ini di tiap-tiap gereja lokal menunaikan jabatannya membangun Tubuh Kristus.

Melalui orang-orang inilah Allah menyalurkan kasih karuniaNya kepada gerejaNya; dan melalui karunia-karunia yang diberikan Roh Kudus kepada mereka, segala kasih karunia Sang Kepala dapat dialirkan ke atas Tubuh. Ministri sebenarnya tak lain menyuplaikan Kristus kepada gereja. Minister ialah orang yang menyalurkan Kristus, yang mereka kenal melalui karunia yang mereka peroleh, kepada gereja.

Tujuan Allah justru menghendaki gereja memperoleh Kristus dari karunia-karunia tersebut.

Hasil dari Allah memberikan orang-orang ini ialah: masing-masing kaum saleh diperlengkapi, dan pekerjaan ministri itu terlaksana, Tubuh Kristus terbangun, dan seluruh anggota mencapai pertumbuhan kepenuhan perawakan Kepala mereka - Kristus. Orang Kristen harus bertumbuh ke arah Kristus, semakin dipenuhi olehNya, mengenal dan mengakui Dia sebagai Kepala, serta menerima kasih karunia dan perintahNya. Melalui orang-orang ini Allah mewahyukan Kristus serta segala kekayaanNya, agar seluruh anggota Tubuh bertumbuh ke arah Kristus yang terwahyu ini, seraya mengenal Dia sebagai Tuhan Sang Almuhit, Sang Kepala Tubuh dan satu-satunya Persona yang layak mendapatkan kemuliaan.

Gereja harus melalui orang-orang ini, dipenuhi dengan suatu pengenalan yang mendalam tentang kekayaan Kristus, sehingga tidak diombang-ambingkan oleh musuh yang memakai berbagai doktrin dan ajaran.

Nabi melayani gereja lokal dengan karunianya, sedang rasul melayani tiap-tiap gereja lokal dengan jabatannya. Kedua jenis orang ini sangatlah penting, sebab pekerjaan lokal maupun tiap-tiap lokal ada di tangan mereka. Karena itu, Alkitab memberitahu kita, bahwa bait Allah "dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi" (Efesus 2:20).

Nabi dan lainnya, dalam gereja hanya merupakan karunia. Mereka berbagian dalam ministri pembangunan Tubuh Kristus karena karunia mereka, namun mereka tidak mempunyai jabatan apa-apa untuk mengelola gereja lokal. Tugas dan urusan suatu gereja lokal dikelola oleh "para penilik (penatua) jemaat dan diaken" ( Filipi 1:1).

Penatua adalah jabatan terbesar dalam gereja lokal, dan nabi adalah karunia terpenting dalam gereja lokal. Tetapi dalam pekerjaan Allah, yakni dalam ministri pembangunan Tubuh Kristus, urutan jabatan yang ada adalah rasul, nabi, pemberita Injil, pengajar dan gembala. Merekalah yang mengemban seluruh tugas pembinaan gereja.

Hanya saja, di dalam ministri ini, orang yang paling penting adalah rasul. Jabatan yang rasul miliki itu tidak dimiliki oleh nabi dan yang lainnya.

Dalam hal mengelola gereja lokal, jabatan yang terbesar adalah penatua, sedang dalam hal membina Tubuh Kristus, jabatan rasul yang terbesar. Maka kita nampak, ketika menanggulangi permasalahan satu gereja lokal yang berkaitan dengan gereja lokal lain, Alkitab mengatakan, "rasul dan penatua" (Kis. 15:2,4,22-23).

Sebab mereka adalah dua jenis orang terbesar dalam dua jenis jabatan itu.

Dalam pekerjaan, golongan rasul adalah yang terbesar, tetapi mereka tidak ada kedudukan dalam gereja lokal. Sebaliknya, golongan penatua adalah yang terbesar dalam jabatan gereja, tetapi mereka tidak ada bagian dalam pekerjaan ministri itu. Golongan nabi, memang terpenting pada aspek karunia, namun mereka tidak berpartisipasi dalam tugas pekerjaan maupun jabatan gereja.

Dalam sebuah gereja lokal terdapat dua jalur: pertama adalah pengelolaan, kedua adalah pembinaan. Aspek pengelolaan adalah masalah jabatan, sebagai petugasnya adalah para penatua dan diaken; sedang aspek pembinaan adalah masalah karunia, tugas ini ditangani oleh nabi dan pengajar dan / atau pemberita Injil. Tugas para penatua ialah mengelola gereja pada urusan sehari-hari, sedang tugas nabi dan pengajar ialah membina gereja dalam persidangan.

Jika ada penatua juga sebagai nabi atau pengajar, maka ia boleh mengelola gereja pada urusan sehari-hari, juga membina gereja pada waktu bersidang.

Rasul tidak ada bagian dalam mengelola gereja pada urusan sehari-hari, juga tidak ada bagian dalam membina gereja pada saat bersidang. Tetapi, jika ia juga sebagai nabi atau pengajar, walaupun ia tidak dapat mengelola gereja secara langsung seperti yang dilakukan para penatua, ia boleh turut membina gereja lokal berdasarkan kualifikasinya sebagai nabi atau pengajar pada persidangan gereja. Jadi, jabatan rasulinya itu menugaskannya pergi ke berbagai tempat untuk bekerja bagi Tuhan, tetapi dengan karunia yang ia miliki, entah karunia bernubuat atau mengajar atau lainnya, ia boleh membina kaum imani di tiap-tiap lokal.