(Catatan: Sebenarnya, pengajar dan gembala merupakan satu karunia, bukan dua karunia, sebab sifat kedua karunia ini berkaitan erat).
Keempat jenis orang ini dapat dibagi dalam dua kelompok. Rasul dan nabi satu kelompok; pemberita Injil, gembala dan pengajar satu kelompok. Rasul dan nabi bekerja pada aspek dasar (Ef. 2:20), sedang pemberita Injil dan gembala/pengajar bekerja pada aspek pembangunan setelah dasar itu diletakkan. Rasul dan nabi langsung berasal dari Tuhan untuk memasang pondasi kediaman Allah di sorga dengan cara yang luar biasa. Tetapi pemberita Injil dan gembala (termasuk pengajar) merupakan ministri biasa di dalam gereja. Mereka berada di luar rasul dan nabi; menyelamatkan dan membina orang berdasarkan ajaran rasul dan nabi.
Keempat jenis orang-orang ini juga boleh dibagi dalam dua golongan lain: rasul dan pemberita Injil lebih banyak bagi penginjilan, sedangkan nabi dan pengajar/gembala lebih banyak bagi gereja. Nabi menyampaikan firman Allah secara adikodrati (mengherankan / luar biasa), sedang pengajar menjelaskan firman Allah secara biasa; tetapi keduanya khusus bagi satu gereja lokal. Dalam Kisah Para Rasul 13:1 kita nampak kedua jenis orang tersebut di gereja Antiokhia. Rasul adalah minister khusus untuk penginjilan, sama dengan pemberita Injil. Tetapi penginjilan rasul itu untuk gereja-gereja lokal, sedangkan penginjilan pemberita Injil untuk satu gereja lokal.
Untuk memahami bagaimana cara pengutaraan dan bagaimana posisi para minister dalam "ministri itu" dalam Alkitab, perlulah kita membandingkan ayat-ayat lainnya. Setidak-tidaknya ada tiga ayat Alkitab yang sejenis dengan Efesus yang kita kutip di atas, yakni I Korintus 12:8-10,28 dan Roma 12:6-8. Di antara ketiga ayat tersebut ada yang mengatakan bermacam-macam ministri, ada yang mengatakan bermacam jenis orang, dan ada yang mengatakan karunia-karunia. Tetapi hanya surat Efesus yang mengatakan "ministri itu". Kalau kita ingin memahami Efesus 4 dengan ayat-ayat Alkitab lainnya, perlulah kita membandingkannya satu dengan yang lain.
Satu Korintus 12:8-10, "Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu."
Satu Korintus 12:28, "Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat (gereja): pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh."
Roma 12:6-8, "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Jika karunia itu untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita."
Satu Korintus 12:8-10 mengacu kepada karunia pemberian Roh Kudus kepada perorangan kaum imani, sedang karunia dalam Efesus 4 mengacu kepada karunia pemberian Tuhan kepada gereja, yakni manusianya. Karunia dalam I Korintus 12 bersifat adikodrati dan ilhami, sedang karunia dalam Roma 12 bersifat biasa tanpa keadaan yang adikodrati, yang kita peroleh karena kasih karunia dan oleh iman kita. Kesembilan perkara yang tercantum dalam I Korintus 12 itu adalah karunia-karunia yang diperoleh seseorang ketika ia menerima ilham roh di dalam kuasa Roh Kudus. Karenanya ayat pertama mengatakan, "Tentang karunia Roh", terjemahan aslinya, "Tentang menerima ilham Roh . . ." Karunia yang tertera dalam Roma 12 berdasar pada kasih karunia Allah. Allah membagi-bagikan karunia kepada mereka, agar mereka dapat menyatakan kasih karuniaNya, dan agar mereka dapat menunaikan fungsi mereka sebagai anggota Tubuh. Karena itu, karunia-karunia yang tercantum di dalamnya tidak bersifat adikodrati dan ilhami, melainkan bersifat biasa dan hayati; itulah sebabnya perkara membagi-bagikan sesuatu dan menunjukkan kemurahan terbilang sebagai karunia juga. Jadi, semua itu boleh disebut karunia dari kasih karunia, sedang yang tercatat dalam surat Efesus itu adalah karunia Tuhan kepada gereja. Karunia-karunia yang diperoleh mereka sendiri selaku "karunia", tercantum dalam I Korintus 12 dan Roma 12. Yang ditekankan surat I Korintus adalah kekuatan, sedang yang ditekankan surat Roma adalah hayat. Surat Efesus mengatakan, bahwa orang-orang yang telah menerima kedua jenis karunia tersebut, dijadikan karunia oleh Allah dan diberikan kepada gereja.
"Ministri itu" dalam surat Efesus bersifat tunggal, unik, istimewa dan khusus, sedang ministri dalam surat I Korintus adalah rupa-rupa, banyak (ayat 5). Itulah ministri-ministri umum, biasa, banyak jumlahnya, yaitu ministri yang diperoleh setiap anak Allah di hadapan Tuhan. Keempat jenis karunia gereja dalam surat Efesus adalah untuk ministri itu. Hanya keempat jenis orang itu yang beroleh bagian dalam ministri itu, sedang kesembilan jenis karunia perorangan dalam surat I Korintus itu bagi ministri-ministri. Mereka memiliki karunianya masing-masing untuk ministri yang berbeda-beda.
Dalam I Korintus 12:28 disebutkan Allah telah melantik delapan jenis orang di dalam gereja. Ini berbeda dengan karunia dalam ayat 8-10 di atasnya. Yang disebut di atas adalah karunia Roh Kudus, sedang yang di bawah adalah "fungsi" Allah. Yang dikatakan di atas adalah karunia-karunia yang diberikan Roh Kudus di dalam gereja lokal, sedang yang dikatakan di bawah adalah fungsi yang dilantik Allah di gereja universal. Yang di atas adalah karunia yang diperoleh manusia dari Roh Kudus, sedang yang di bawah adalah bagaimana orang-orang yang telah beroleh karunia itu diletakkan Allah di dalam gereja sebagai "fungsi"Nya. Ada delapan jenis orang yang dilantik Allah di dalam gereja, tetapi orang yang dikaruniakan Allah kepada gereja untuk mengerjakan "ministri itu" hanya ada empat jenis, seperti yang tercantum dalam surat Efesus. Meski banyak orang yang berfungsi di dalam gereja Allah, namun hanya empat jenis orang yang tercatat dalam surat Efesus itu yang dapat merampungkan tujuan Allah, yaitu yang mendapat bagian dalam pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus. Lainnya memang berguna dan memiliki ministri mereka masing-masing, tetapi hanya beberapa jenis orang itu yang memiliki fungsi khusus untuk ministri itu.
Tiga dari empat jenis orang yang tercantum dalam surat Efesus, tercantum dalam I Korintus 12, pemberita Injil tidak dimasukkan. Ini dikarenakan perbedaan ruang lingkup mereka. Ruang lingkup surat Efesus adalah pembangunan Tubuh Kristus, sebab itu perlu ada pemberita Injil, bahkan mendahului pengajar dan gembala; sebab merekalah yang memperoleh orang dan memasukkannya ke dalam Tubuh Kristus. Sedangkan ruang lingkup pembahasan surat Korintus berkisar pada fungsi yang ditetapkan Allah di dalam gereja, karenanya tidak ada pemberita Injil. Sebab fungsi pemberita Injil bukan di dalam gereja, melainkan di luar gereja, sekalipun fungsi mereka adalah untuk gereja. Yang dibahas surat Efesus adalah siapa yang ditentukan bagi gereja.
Alkitab menunjukkan kepada kita, bahwa rasul adalah sejenis jabatan, bukan sejenis karunia atau talenta. Hal ini sangat penting. Kita akan terjebak ke dalam suatu kegelapan jika kita tidak mengetahui hal ini. Karena itu, kita harus melihat seluk beluk rasul melalui Alkitab. Satu Timotius 2:7 mengatakan, "Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul . . . dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran." Dua Timotius 1:11 mengatakan, "Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru." Dari ayat-ayat di atas kita nampak, bahwa rasul adalah orang yang diutus untuk melakukan suatu urusan. Jadi seseorang menjadi rasul atau tidak, tergantung pada ia diutus Allah atau tidak, bukan tergantung pada ia ada kekuatan atau tidak. Kekuatan adalah masalah karunia, sedang diutus adalah masalah jabatan. Rasul adalah utusan, maka rasul merupakan satu jabatan.