Karena adanya pekerjaan yang sangat penting ini, maka Allah khusus memilih segolongan manusia untuk bekerja sama denganNya, dan segolongan manusia ini bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan Allah tersebut. Ini tidak berarti, bahwa hari ini Allah tidak mempunyai pekerjaan lainnya, atau Allah tidak mempunyai pekerja-pekerja lainnya, melainkan pekerjaanNya yang utama pada hari ini adalah membangun Tubuh Kristus. Hari ini, Allah pun mempunyai banyak pekerja, tetapi hanya segolongan pekerja yang membangun Tubuh Kristus inilah yang merupakan pekerja yang istimewa.
Allah mempunyai banyak pekerjaan, karena itu, dalam pekerjaanNya terdapat bermacam-macam ministri. Ministri adalah sebagian pekerjaan yang khusus Allah amanatkan kepada seseorang untuk dikerjakan. Ada yang diutus Allah untuk ministri ini, ada yang diutus Allah untuk ministri itu.
Jumlah ministri sangat banyak, sebab Allah memakai orang pada tempat dan tugas yang berbeda-beda. Tetapi Alkitab memperlihatkan kepada kita adanya satu ministri yang lebih istimewa daripada ministri-ministri lainnya. Alkitab menyebutnya "ministri itu", untuk membedakannya dari ministri-ministri yang lain.
Dalam Alkitab, Allah menyebut pekerjaan yang menghimpun orang dan membina Tubuh Kristus ini "pekerjaan ministri itu" (Ef. 4:12; terjemahan lain), untuk membedakannya dengan pekerjaan ministri biasa. Banyak sekali orang yang melakukan pekerjaan Allah, tetapi hanya segolongan orang yang melakukan "pekerjaan ministri itu".
Ministri yang ditugaskan kepada manusia sangat banyak, namun hanya segolongan orang saja yang tercakup dalam "ministri itu".
Baiklah kita tinjau bagaimana firman Allah menyinggung hal ini, "Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan, Ia memberikan karunia-karunia kepada manusia . .
. Dan Ialah yang memberikan baik para rasul maupun para nabi, baik para pemberita Injil maupun para gembala dan pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan ministri itu, bagi pembangunan Tubuh Kristus, sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh, dan mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan kepenuhan Kristus." (Ef. 4:7-8,11-13 Tl.).
Dari ayat-ayat di atas, kita nampak dua perkara yang dikerjakan Kristus sesudah kebangkitan dan kenaikanNya ke sorga. Pertama, Kristus telah menang total serta menawan musuh, sehingga musuh tidak berdaya lagi menuduh dan memperalat manusia yang dulu menjadi budak-budaknya. Dia sudah menang, naik ke tempat yang tinggi serta menawan semua kuasa yang pernah mengekang manusia, sehingga di dalam Kristus, manusia juga dapat menaklukkan Iblis.
Kelak Kristus akan merealisasikan kekuasaanNya di bumi dengan mengikat dan melempar Iblis ke jurang maut. Kedua, sebelum Dia melaksanakan hal ini, Dia terlebih dulu akan menampilkan kekuasaanNya ini di dalam gereja, dengan menganugerahkan berbagai karunia kepada orang-orang yang dibebaskanNya dari musuh; pada satu aspek, sebagai bukti ditinggikannya manusia di dalam Dia, dan di aspek lain agar Dia dapat menggunakan mereka sebagai alat untuk menyelamatkan orang lain.
Karunia di sini bukan mengacu kepada karunia atau talenta yang diperoleh manusia secara individual dari Roh Kudus, melainkan kasih karunia yang dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan sebagai Kepala gereja, agar manusia itu menjadi karunia gereja, menjadi hambaNya, untuk melayani kaum saleh dan membangun TubuhNya. Dengan kata lain, Tuhan menganugerahkan segolongan pekerja kepada gereja sebagai karunia untuk membantu, membina dan membangun gereja, yakni yang khusus menggarap pekerjaan ministri itu. Dulu mereka adalah budak musuh, tetapi sekarang sudah sepenuhnya diselamatkan oleh kematian dan kebangkitanNya.
Kini, dengan posisi kenaikanNya, Dia melantik mereka sebagai bejanaNya yang tangguh untuk membebaskan orang lain. Dia mengaruniakan kuasa kepada orang-orang ini agar mereka juga melaksanakan pekerjaan penyelamatan, sebagaimana yang dilakukanNya sendiri. Mereka telah diselamatkan dan sekarang dijadikan bejana dalam tanganNya untuk mengganyang musuh.
Ia menghendaki semua orang yang diselamatkan mengenal Dia, dipenuhi hayat dan Roh Kudus, serta murni tanpa tercampur oleh kedagingan. Untuk itu, perlu ada orang-orang yang bangkit melaksanakan tugas pembinaan umatNya, supaya mereka bisa mencapai tujuanNya. Sebab itu, hari ini ketika Ia duduk di sebelah kanan Allah dan menunggu musuh menjadi tumpuan kakiNya, Ia menganugerahkan segala karunia yang diperlukan kepada gereja, yakni para hambaNya dalam ministri itu, agar mereka menghimpun orang-orang yang terpanggil untuk menikmati kemuliaanNya, dan juga membina mereka sampai tingkat terpenuhi oleh diriNya sendiri.
Ada satu perkara yang harus kita perhatikan, yaitu karunia yang kita sebut di sini bukan mengacu kepada karunia yang dibagi-bagikan Roh Kudus menurut kehendakNya pada saat Ia turun ke bumi, melainkan mengacu kepada orang-orang yang dilantik Tuhan sendiri di dalam gereja untuk persidangan dan pembinaan, agar kaum saleh mendapatkan faedah. Dalam Alkitab, kita nampak adanya dua kategori karunia. Yang pertama adalah karunia yang diterima gereja secara korporat dari Tuhan, dan yang kedua adalah karunia (talenta) yang kita peroleh secara individual dari Roh Kudus.
Karunia yang kita peroleh secara individual dari Roh Kudus membuat kita mampu melayani dan melakukan pekerjaan tertentu di hadapan Allah. Ada yang menjadi nabi, ada yang menjadi pengajar, ada yang bisa berbahasa roh, ada yang bisa menyembuhkan sakit, dan sebagainya. Semua itu merupakan karunia yang dibagi-bagikan Roh Kudus kepada orang secara individual.
Tetapi tidak demikian dengan karunia yang Tuhan berikan kepada gereja. Karunia yang satu ini justru adalah "orang-orang" yang telah memiliki karunia Roh Kudus itu.
Hari ini Tuhan bersemayam di dalam kemuliaan, namun hatiNya damba memanggil dan mendapatkan kembali orang-orang yang tersesat, bahkan lebih lagi, Ia sangat menaruh perhatian kepada kaum salehNya, yaitu gereja. Dia ingin lebih banyak mendispensikan (memberikan, menyalurkan) diriNya sendiri kepada mereka, agar mereka dipenuhi dengan diriNya sendiri. Dia menghendaki gereja menerima berbagai macam karuniaNya, mendapatkan pimpinan Roh Kudus, mengenal kehendak Allah, berperan serta dalam pekerjaan Kristus, dan mendapatkan segala realitasNya.
Karunia-karunia itu justru adalah orang-orang yang mengatur, mempersekutukan dan menyuplaikan semua itu agar mendatangkan berkat bagi semua orang. Pekerjaan inilah yang disebut "pekerjaan ministri itu", dan ini berbeda dengan ministri-ministri yang umum. Tiap orang imani mempunyai karunia, tapi hanya "mereka" yang mendapatkan karunia khusus untuk "pekerjaan itu".
Tiap orang imani pasti beroleh ministri dari Tuhan, tetapi ministri yang mereka miliki adalah yang umum; hanya yang dimiliki "orang-orang" ini yang istimewa, berbeda dengan yang lainnya. (Perhatikan: istilah "ministri" dan "pekerjaan" yang dipakai dalam buku ini, selalu mengacu kepada "ministri atau pekerjaan yang istimewa itu"). Orang-orang ini adalah para minister (pekerja) Allah yang merampungkan pekerjaan Allah di dalam ministri yang ditetapkan Tuhan.
Orang-orang ini terdiri dari empat golongan sebagai berikut: