Penghidupan Orang Kristen yang Normal • Bab 1 • Modul 1

Pekerjaan Allah dan Gereja

Pembacaan Alkitab
"sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh, dan mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan kepenuhan Kristus" — Efesus 4:13

MINISTRI ITU DAN PARA MINISTER

PEKERJAAN ALLAH

Allah mempunyai satu tujuan, yaitu "memperbanyak" AnakNya. Allah menghendaki manusia berpaling ke dalam nama AnakNya, memperoleh hayat AnakNya, menjadi anak-anakNya, sehingga Kristus yang individual itu menjadi Kristus yang korporat. Tujuan Allah seluruhnya tertuju pada diri AnakNya, dan pekerjaan Allah tak lain ialah "memperbanyak" AnakNya itu sendiri.

Namun sayang, terjadi peristiwa taman Eden. Saat itu manusia terjerumus ke dalam dosa, sebelum mereka menerima hayatNya, bahkan menjadi seteru Allah dan budak Iblis. Karenanya, sejak saat itu, pekerjaan Allah di pihak negatif ialah membereskan masalah dosa manusia dulu agar manusia terlepas dari belenggu Iblis.

Kemudian pada pihak positifnya mengaruniakan hayat AnakNya kepada mereka. Dengan cara inilah Ia bisa "memperbanyak" AnakNya sehingga Dia boleh memenuhi segala sesuatu. Sebelum manusia jatuh, Allah cukup menghendaki manusia menerima hayatNya.

Tetapi sekarang manusia telah jatuh, maka sebelum Allah mengaruniakan hayatNya, Ia terlebih dulu harus membereskan masalah dosa dan kuasa Iblis. Jadi pekerjaan Allah adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan Iblis, dan agar segolongan manusia tersebut mendapat bagian dalam hayat AnakNya.

Jika kita ingin memahami pekerjaan Allah, kita harus ingat, bahwa manusia telah berada di bawah kuasa Iblis. Manusia telah menjadi tawanan musuh karena berdosa dan bertindak menurut kemauan sendiri secara jasmani maupun rohani. Sekarang Allah ingin menyelamatkan manusia dari kuasa musuh, maka diutusNyalah AnakNya turun ke dunia ini sebagai manusia.

Pada suatu hari, Dia dipimpin oleh Roh Kudus untuk menghadapi pencobaan Iblis, dan Dia telah menang dengan mutlak. Dia dipenuhi oleh kuasa Allah, Dia mengusir setan agar membebaskan manusia dari kekangannya. Tetapi hal itu belum menghasilkan manfaat yang kekal, sebab manusia masih hidup dalam segala macam dosa.

Sebelum masalah dosa ini dibereskan, mustahillah manusia terlepas secara tuntas dari cengkeraman musuh. Jika Dia tidak mati, mustahil manusia bersatu denganNya dan mendapatkan hayat Allah.

Sebab itu, Tuhan kita telah mati bagi kita demi keadilan Allah; Dia mengalirkan darah adiNya untuk membersihkan segala dosa kita. Sebenarnya, orang-orang dosalah yang harus menanggung hukuman keadilan Allah. Namun kini Kristus yang menanggung hukuman ini bagi kita, sehingga baik Allah yang adil maupun Iblis si pendakwa itu tak dapat berkata apa-apa lagi.

KematianNya telah sepenuhnya memuaskan hati Allah, pula kerajaan Iblis telah dihancurkan, sehingga Iblis kehabisan alasan untuk menyerang manusia. Betapa sempurna dan kekalnya penebusanNya!

Tuhan bahkan merangkum setiap orang imani ke dalam kematianNya. SalibNya juga salib kita; manusia lama kita telah disalibkan bersamaNya. Maka manusia yang dulu tunduk di bawah cengkeraman Iblis sudah berlalu, dan musuh sudah tidak berdaya menemukan umat tawanannya yang dulu lagi.

Bukan itu saja, melalui kematianNya, Tuhan kita telah melepaskan hayatNya sendiri sebagai daging untuk kita makan, agar kita boleh mengambil bagian dalam hayatNya, sehingga rencana yang telah ditetapkanNya sejak azali, bisa tergenap di atas diri kita. Sekarang, manusia bisa menjadi anak-anak Allah melalui AnakNya, dan oleh iman, manusia dapat berbagian atas diriNya, sehingga Dia diperluas dan "diperbanyak" secara besar-besaran.

Karena pekerjaan Kristus demikian sempurna, maka Allah pun menyerahkan segala kuasa penghakiman kepadaNya, dan semua manusia pun dikaruniakan kepadaNya. Namun pada hari ini, kita belum nampak Kristus melaksanakan kuasa penghakimanNya, juga belum nampak Dia memperoleh semua manusia. Meskipun Dia sudah memiliki segala kuasa di langit dan di bumi, tetapi di sini kita masih melihat kekuatan Iblis!

Apakah sebabnya?

G E R E J A

Itu tak lain karena masalah gereja belum terselesaikan. Dalam Alkitab tidak hanya ada Kristus yang individual juga ada Kristus yang korporat. Kristus yang individual memang sudah menang mutlak, tetapi Kristus yang korporat, masih belum menang dalam segi pengalaman.

Kristus yang individual adalah Kepala Kristus korporat. Kristus adalah Kepala, gereja itulah Tubuh, maka Kristus ditambah gereja sama dengan Kristus korporat. Kristus sendiri sudah mendapatkan kemenangan secara total, namun gereja masih belum mengalami kemenanganNya.

Kemenangan yang telah dimiliki Sang Kepala itu belum sepenuhnya dialami oleh Tubuh.

Tak hanya demikian, gereja juga masih belum cukup mengenal Kristus, dalam hal kepercayaan, juga masih kurang jelas. Walaupun mereka semua mempunyai hayat, tetapi masih dalam taraf bayi, belum akil-balig, belum mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan perawakan Kristus (Ef. 4:13).

Gereja harus mencapai tingkat tertentu baru bisa memuaskan kehendak hati Allah. Segala sesuatu milik Allah adalah untuk Kristus dan Kristus adalah tujuan Allah. Allah menghendaki setiap orang tebusan sepenuhnya beroleh hayat dari Kristus, dengan sempurna mengenal Kristus, dan mutlak serupa dengan Dia.

Tujuan Allah ialah agar seluruh kasih karunia dan hayat Sang Kepala tersalur ke dalam Tubuh. Semua fakta dalam diri Kristus harus menjadi pengalaman gereja.

Sebab itu, sebelum Kristus mengikat Iblis dan membuat manusia di bumi mendapatkan berkat karena diriNya, Dia terlebih dulu harus membangun gereja, agar gereja berbagian dalam kemenanganNya, serta mencapai tingkat pertumbuhannya yang seharusnya dicapai.

Sekarang, Allah mempunyai pekerjaanNya sendiri yang ingin Dia kerjakan. Allah ingin membangun Tubuh Kristus (gereja), hingga gereja mencapai kesatuan iman dan pengenalan yang benar tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan kepenuhan Kristus (Ef. 4:13).

Pembangunan Tubuh Kristus inilah yang menjadi pekerjaan Allah pada hari ini. Pekerjaan ini menduduki tempat yang paling besar dan paling penting dalam seluruh pekerjaanNya. Dengan kata lain, pekerjaan ini adalah inti pekerjaan Allah dewasa ini.

Allah sangat menaruh perhatian kepada masalah pembangunan Tubuh Kristus.